Pemkot Balikpapan Dorong PKBM Jadi Jalan Kedua Warga Putus Sekolah Menuju Kemandirian

Pemkot Balikpapan
Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr Ir H Bagus Susetyo, MM.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendorong keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai salah satu solusi untuk membuka kembali akses pendidikan bagi warga yang belum menuntaskan pendidikan formal.

Program pendidikan nonformal tersebut dinilai tidak hanya penting bagi anak-anak yang terpaksa berhenti sekolah, tetapi juga masyarakat dewasa yang belum menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr
Ir H Bagus Susetyo, MM., mengatakan, PKBM memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk kembali memperoleh pendidikan melalui program kesetaraan.

Menurut Bagus, keberadaan PKBM menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Balikpapan.

“Pemerintah kota sangat mengapresiasi. Ini ada dua hal, pertama bagian dari CSR PLN Nusantara Power, kemudian bekerja sama dengan anak-anak muda di bawah Yayasan Sinergi Nusantara,” kata Bagus, Selasa (6/10/2026).

Ia menjelaskan, pengelola PKBM melakukan pendataan terlebih dahulu terhadap warga yang tidak lagi mengikuti pendidikan formal. Dari pendataan tersebut, peserta yang memiliki latar belakang dan usia berbeda dapat diarahkan mengikuti program pendidikan sesuai kebutuhannya.

Tidak hanya mengejar pendidikan yang setara dengan jenjang SD, SMP maupun SMA, peserta juga mendapatkan pembekalan lain yang dinilai penting untuk menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

Bagus menyebut konsep tersebut sebagai pendidikan yang lebih lengkap karena menggabungkan aspek akademik dengan keterampilan praktis.

“Ini paket komplit. Ada akademik, skill, karakter, sampai pelatihan kewirausahaan. Jadi mereka yang lulus pun nanti dipikirkan setelah lulus mau ngapain,” ujarnya.

Menurut Bagus, pendekatan tersebut penting karena persoalan warga putus sekolah tidak selesai hanya dengan memperoleh ijazah. Mereka juga membutuhkan kemampuan yang dapat digunakan untuk bekerja, berwirausaha maupun meningkatkan taraf kehidupan keluarga.

Karena itu, ia mengapresiasi kolaborasi yang dibangun antara PLN Nusantara Power melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dengan Yayasan Sinergi Nusantara dalam mendukung pendidikan masyarakat.

Pemkot Balikpapan, kata Bagus, juga membuka peluang agar model kolaborasi serupa dapat dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak pihak.

Perusahaan Didorong Ikut Berkontribusi

Pemerintah daerah berharap perusahaan yang menjalankan aktivitas usaha dan memperoleh manfaat ekonomi dari Balikpapan maupun Kalimantan Timur turut mengambil peran dalam pembangunan masyarakat.

Dukungan tersebut tidak harus terbatas pada bantuan sarana pendidikan, tetapi dapat diarahkan pada program pemberdayaan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Kita berharap ada perusahaan-perusahaan swasta yang mengambil hasil dari Kota Balikpapan atau Kaltim, tetapi juga mengembalikannya kepada masyarakat dalam bentuk bantuan dan pemberdayaan masyarakat, baik pemuda maupun masyarakat luas,” kata Bagus.

Menurut dia, keterlibatan dunia usaha dapat memperluas jangkauan program pendidikan nonformal sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat yang sebelumnya kehilangan akses pendidikan.

Dengan kolaborasi pemerintah, dunia usaha dan kelompok masyarakat, PKBM diharapkan tidak sekadar menjadi tempat memperoleh ijazah kesetaraan.

Lebih dari itu, lembaga pendidikan nonformal tersebut dapat menjadi ruang bagi warga untuk membangun kembali kepercayaan diri, memperoleh keterampilan baru dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja maupun membuka usaha.

Bagi Pemkot Balikpapan, keberadaan PKBM menjadi bagian dari upaya memastikan kesempatan mendapatkan pendidikan tetap terbuka, termasuk bagi mereka yang pernah terhenti di tengah perjalanan pendidikan formal.

Pendidikan kesetaraan pada akhirnya bukan hanya tentang menyelesaikan jenjang akademik, tetapi juga memberikan kesempatan kepada warga untuk kembali menyusun rencana masa depan dengan bekal pengetahuan, keterampilan dan kemandirian. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar