Pemkot Balikpapan Tertibkan Kabel Udara dan Spanduk untuk Perkuat Konsep Smart City
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan akan melakukan penertiban kabel utilitas dan spanduk yang dinilai mengganggu keindahan kota. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pembenahan tata kota sekaligus mendukung penerapan konsep smart city di Balikpapan.
Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., mengatakan, penataan kabel menjadi salah satu prioritas ke depan. Pemkot mendorong agar kabel utilitas tidak lagi dipasang secara semrawut di udara, melainkan dialihkan melalui jalur bawah tanah.
“Kita ingin ke depan kabel-kabel utilitas ini bisa masuk ke dalam tanah. Ini bukan hanya soal keindahan, tetapi juga bagian dari syarat menuju smart city,” ujar Rahmad saat ditemui di Balikpapan, Senin (9/2/2026).
Menurut Rahmad, penataan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan daerah. Meski demikian, ia menegaskan komitmen Pemkot untuk terus melakukan penertiban secara konsisten.
“Insyaallah, pelan-pelan tapi pasti akan kita tertibkan. Tidak bisa sekaligus, tetapi arahnya jelas,” kata dia.
Selain kabel utilitas, Pemkot Balikpapan juga akan menata spanduk dan baliho yang banyak terpasang tanpa memperhatikan aturan.
Rahmad menyebut, persoalan spanduk semrawut bahkan sempat menjadi perhatian Presiden RI Prabowo Subianto.
“Spanduk ini juga menjadi perhatian Presiden. Artinya, memang harus ditangani dengan serius, karena menyangkut wajah kota,” ujarnya.
Rahmad menegaskan, penertiban dilakukan tanpa pandang bulu. Pemerintah, kata dia, telah berulang kali menyampaikan aturan terkait pemasangan spanduk dan baliho kepada masyarakat maupun pihak-pihak terkait.
“Ini bukan aturan baru. Sudah lama kita sampaikan dan tidak ada pilih kasih dalam penegakannya,” tegasnya.
Ia berharap, penataan kabel dan spanduk dapat menciptakan Balikpapan yang lebih tertib, indah, dan nyaman bagi masyarakat. Meski masih terdapat berbagai keterbatasan, Rahmad menilai pembenahan kota harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kita ingin Balikpapan semakin rapi dan nyaman. Kekurangan yang ada justru menjadi pekerjaan rumah yang harus kita benahi bersama,” pungkas Rahmad.
BACA JUGA
