Peringati Isra Mi’raj, Lapas Banjarmasin Ajak Warga Binaan Perbaiki Iman dan Akhlak
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Baabut Taqwa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Rabu (14/1/2026) pagi. Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Muslim tampak duduk bersila, mengikuti peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dengan penuh ketenangan dan refleksi diri.
Peringatan hari besar Islam tersebut menjadi ruang spiritual bagi para warga binaan untuk sejenak menundukkan hati, mengingat perjalanan agung Nabi Muhammad SAW, sekaligus merenungi makna kehidupan dan perubahan diri ke arah yang lebih baik.
Kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah bersama jajaran struktural dan seluruh pegawai. Nuansa religius terasa sejak pagi, diawali dengan pembacaan Maulid Habsyi dan lantunan syair Islami oleh warga binaan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Quran.
Tausiyah disampaikan oleh Ustadz H. Ahmad Rudyannorr. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan jamaah tentang kebesaran Allah SWT dan kasih sayang-Nya yang tidak pernah tertutup bagi hamba yang ingin kembali ke jalan yang benar.
“Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada satu pun yang luput dari kehendak dan kekuasaan-Nya. Dia-lah tempat bergantung seluruh makhluk, yang mengatur alam semesta dengan penuh kebijaksanaan,” ujar Ustadz Rudyannorr di hadapan jamaah.
Ia juga menegaskan bahwa sebesar apa pun kesalahan manusia, pintu ampunan Allah SWT selalu terbuka.
“Allah Maha Pemaaf dan Maha Pengampun. Betapapun banyak dosa yang pernah kita lakukan, selama ada kesungguhan untuk bertaubat dan memperbaiki diri, ampunan Allah tidak pernah tertutup,” tuturnya.
Sementara itu, Kalapas Banjarmasin Akhmad Herriansyah mengajak seluruh warga binaan menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum memperbaiki iman, akhlak, dan kualitas ibadah, khususnya shalat.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang pentingnya shalat sebagai tiang agama. Momentum ini hendaknya menjadi sarana untuk meningkatkan iman dan takwa, memperbaiki ibadah, serta membangun akhlak yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari,” kata Herriansyah.
Ia berharap kegiatan keagamaan semacam ini mampu menumbuhkan kesadaran spiritual dan menjadi bagian dari proses pembinaan yang bermakna di dalam lapas.
“Semoga hati kita semakin dekat kepada Allah, iman semakin kuat, dan akhlak semakin baik sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Bagi sebagian warga binaan, kegiatan tersebut meninggalkan kesan mendalam. AS, salah satu warga binaan, mengaku peringatan Isra Mi’raj membuatnya lebih tersentuh untuk melakukan perubahan.
“Kegiatan ini sangat menyentuh hati. Saya jadi lebih sadar untuk memperbaiki shalat dan mendekatkan diri kepada Allah. Mudah-mudahan ke depan bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan,” ujarnya pelan.
Melalui peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah ini, Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan kepribadian yang humanis, menumbuhkan kesadaran spiritual, serta membuka ruang hijrah bagi warga binaan menuju kehidupan yang lebih baik.
BACA JUGA
