Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) menyambut baik kerjasmaa dengan Pemkot Balikpapan dalam penyediaan air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di Kabupaten PPU dan Kota Balikpapan.

Pj Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun mengatakan, ada tiga daerah penyangga IKN yang perlu terus saling berkolaborasi dan berbagi peran melalui kerja sama dalam mengatasi persoalan-persoalan di daerah.

“Pertama dimulai dari penyediaan air bersih dulu. Nanti yang lain, kami sedang gagas terkait ketersediaan pangan,” ujarnya.

Dijelaskan, bentuk kerja sama ketersediaan air bersih melibatkan tiga daerah penyangga IKN. Yakni PPU, Kota Balikpapan dan Kutai Kartanegara (Kukar).

“Kemarin sudah saya coba komunikasi ajak duduk bareng. Karena untuk memenuhi kebutuhan air baku ini harus disiasati bersama,” katanya.

Adapun sumber air PPU yang dikelola Perumda Danum Taka baru bisa mengaliri sekitar 28 persen dari total kebutuhan air warga. Sedangkan tahun ini, harapannya bisa mencapai 45 persen.

“Sebenarnya permasalahan sumber air baku di PPU dan Kota Balikpapan itu sama. Tetapi PPU (penduduk) belum sepadat Kota Balikpapan,” jelasnya.

Menurutnya, perencanaan pemenuhan air baku tiga daerah ini akan dilakukan dengan mempertimbangkan manfaat kerja sama jangka panjang.

“Hadirnya IKN ini jangan dianggap enteng. Memang yang menjadi persoalan itu sumber air bersih.Makanya kalau ada investor datang akan bertanya, apakah air bersih sudah tersedia atau belum,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirut PTMB Yudhi Saharuddin mengatakan langkah awal tiga daerah ini Balikpapan, PPU dan Kukar untuk memulai mengadakan pembuatan SPAM Regional memanfaatkan air dari sungai Mahakam.

“Ya pertama ini sangat menarik karena kita memanfaatkan air dari Mahakam dengan kerjasama tiga daerah artinya kita sharing biaya, sharing resiko dan sharing pengelolaan,” ujarnya usai menghadiri Paripurna HUT Kota.

“Ini seru dan ini kalau bisa ditarik 5000 liter perdetik dari sana maka kekurangan air dapat 1000 liter saja itu sudah cukup target kita mengaliri air utnuk seluruh masyarakat,” jelasnya.

Lanjut Yudhi, pihaknya sudah menggelar rapat pendahuluan yang membahas soal kekuranga/defisit dari masing-masing daerah, lalu diidentifiksi sumber air yang diambil diputuskan dari Sungai Mahakam.

“Litbang kabupaten kota, litbang provinsi alhamdulillah semua setuju dan suppor supaya program bisa segera dijalankan. Ini masalah hajat orang banyak,” katanya.

Provinsi katanya dilibatkan karena mereka yang memiliki wilayah kordinasi. Karena itu hasil kesepakatan 3 daerah ini akan dijadikan acuan untuk didorong ke provinsi dan pusat mensupport program pembangunan SPAM regional.

“kita butuh provinsi untuk mensupport ke Jakarta untuk sgera merealisasikan program ini. Dulu pernah tapi terkendala pembebesan lahan. Saat ini tol sudah ada jadi kita lewati itu,” ucapnya.

Pihaknya akan kembali merapatkan program ini bersama untuk melakukan kajian diantara anggaran atau studi kelayakan.

“Samarinda dia punya sungai tapi dia mau support. Kalau biaya ya tiga wilayah ini. Lebih baik ambil disana daripada dari sumur,” tutupnya.

Share.
Leave A Reply