Pulihkan Trauma Pascabencana, Polri Gelar Trauma Healing dengan Wahana Flying Fox untuk Anak-Anak Kayu Pasak

trauma healing Polri
Personel Polri dan Brimob Polda Sumatera Barat mendampingi anak-anak terdampak bencana saat mengikuti kegiatan trauma healing melalui permainan flying fox di wilayah Kayu Pasak.

Gerbangkaltim.com, Kayu Pasak – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana. Melalui personel Resimen II Pasukan Pelopor bersama Satuan Brimob Polda Sumatera Barat, Polri menggelar kegiatan trauma healing bagi warga di wilayah Kayu Pasak, Minggu (4/1/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pemulihan kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak yang terdampak langsung bencana alam.

Trauma healing tersebut dilaksanakan dengan pendekatan humanis dan edukatif. Sejumlah personel Brimob terlibat langsung mendampingi anak-anak dan warga dalam berbagai aktivitas yang dirancang untuk mengurangi rasa takut, cemas, serta tekanan psikologis pascabencana. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam mendukung pemulihan menyeluruh, tidak hanya pada aspek fisik dan infrastruktur, tetapi juga mental dan emosional masyarakat.

Beragam permainan rekreatif disuguhkan kepada anak-anak, di antaranya flying fox dan slackline. Permainan tersebut dipilih karena mampu melatih keberanian, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun rasa kebersamaan. Tawa dan keceriaan anak-anak tampak kembali menghiasi lokasi kegiatan, mencerminkan berkurangnya beban trauma yang sebelumnya dirasakan.

Kabag Penum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menyampaikan bahwa trauma healing merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap dampak psikologis bencana. Menurutnya, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan mengalami trauma sehingga memerlukan perhatian khusus.

“Polri tidak hanya hadir dalam pemulihan fisik dan pengamanan wilayah terdampak, tetapi juga memberikan dukungan psikologis. Kegiatan trauma healing ini diharapkan dapat membantu anak-anak dan masyarakat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman,” ujar Kombes Pol Erdi.

Ia menambahkan, kehadiran Polri di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan wujud nyata pelayanan dan pengabdian, sekaligus memperkuat hubungan emosional antara aparat kepolisian dan warga.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Masyarakat setempat menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai mampu memberikan dampak psikologis yang signifikan, terutama bagi anak-anak. Trauma healing ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mempercepat proses pemulihan mental dan sosial masyarakat Kayu Pasak pascabencana.

Sumber: Divhumas Polri

Tinggalkan Komentar