Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Puncak perayaan Hari Tempe Nasional di Balikpapan digelar di Sentra Industri Kecil (SIK) Somber, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Dalam kegiatan ini Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik menandatangani deklarasi mendukung penetapan tempe sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO.

Kepala Dinas KUMKMP Kota Balikpapan Heruressandy Setia Kesuma mengatakan, Hari Tempe Nasional dirayakan setiap tanggal 6 Juni sejak tahun 2014. Dan kali ini untuk pertama kalinya di selenggarakan di luar pulau Jawa yakni di Kota Balikpapan.

“Pemkot Balikpapan sejak lama sudah menyiapkan area khusus seluas 9 hektar untuk sentra industri kecil khususnya tempe dan tahu secara optimal. Bukan hanya melokalisir area, tapi infrastruktur pendukung pun disiapkan dan memperhatikan konsep industri yang berkelanjutan(sustainability), baik pengolahan limbah dan fasilitas pendukung lainnya,” ujarnya, Kamis (6/6/2024).

Dikatakannya, Pemkot Balikpapan sejak tahun 2000 telah membuat pusat industry untuk pengrajin tempe dan tahu di SIK Somber ini. Saat ini sudah hampir ada 100 pengrajin yang tergabung di tempat ini.

“Yah, walaupun masih ada 15 persen perencanaan yang belum selesai, tapi kami terus berusaha menyelesaikan terutama untuk pengolahan limbah,” ucapnya..

Ressandy menyebut lebih dari 200 siswa sekolah dasar dari Kota Balikpapan juga ikut serta dalam perayaan hari ini. Dimana siswa ini diberikan edukasi dengan melihat langsung proses produksi tempe, pengolahan limbah hingga diajarkan pentingnya sustainability atau keberlanjutan.

“Mereka juga mendapatkan kesempatan membuat tempe sendiri secara instan oleh instruktur dari Tempeland yang memberikan paket dan panduan pembuatan tempe sebagai edukasi dan pengalaman mendekatkan generasi emas dengan tempe,” jelasnya.

Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik mengatakan, ia berharap tempe akan terus bisa ditingkatkan baik secara kualitas dan variasi turunannya agar menarik bagi anak-anak dan generasi muda.

“Di sini ada perwakilan dari BAPANAS (Badan Pangan Nasional) beliau yang mendapatkan tugas makan siang gratis, jangan lupa ya harus ada tempenya,” ujarnya.

“Makan bergizi karena dia super food, nah minimal nanti di Pemprov Kaltim kita akan ada tempenya. Dan tentunya akan ada orkestrasi dari BAPANAS karena setahu saya BAPANAS yang akan ditugaskan untuk itu,” tambahnya.

Sekjen Forum Tempe Indonesia Muhammad Ridha berharap, seluruh dukungan masyarakat agar Tempe terus lestari dan semakin mendunia.

“Sebelum nanti Tempe akan mendunia, kami mencanangkan Tempe sebagai Pangan Generasi Emas Indonesia untuk mengangkat kembali tempe dimata generasi muda. Tempe warisan budaya yang diwariskan nenek moyang menjadi kebanggan bangsa dan mendunia” ujarnya.

Sementara itu, Profesor Ahmad Sulaema selaku Guru Besar IPBU menilai bahwa tempe sangat layak menjadi kebanggaan publik semua bahkan pencanangan tempe sebagai pangan generasi emas tepat dan sangat memerlukan dukungan seluruh pihak.

“Target Presiden untuk mengatasi stunting sudah turun dari 30 persen menjadi 21 persendari target 14 persen pada 2024, bahkan di beberapa wilayah sudah tercapai targetnya. Ini penting untuk menuju Indonesia Emas 2045, untuk itu tema kita hari ini dalam perayaan Hari Tempe nasional sangat tepat yakni, Tempe: Pangan Generasi Emas Indonesia,” ucapnya.

“Karena tempe sebagai super food bahkan lebih lengkap dari pangan hewani. Bahkan bukan hanya baik untuk tumbuh kembang anak, tapi juga untuk yang dewasa terutama ibu-ibu juga dalam menghadapi kehamilan dan masa menopause, tempe adalah jawabannya,” tutupnya.

Share.
Leave A Reply