Dikbud
Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Purnomo

Antisipasi Lonjakan PPDB 2022, Disdikbud Buka Dua SMPN Baru

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan telah melakukan langkah antisipasi membeludaknya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di kota Balikpapan untuk tahun 2022 ini.

Langkah tersebut diantaranya dengan membuka dua sekolah SMP Negeri baru, yakni SMPN 25 Balikpapan Balikpapan Barat dan SMPN 24 di Balikpapan Utara.

“Memang setiap tahun menjelang PPDB pasti terjadi polemik. Karena daya tampung sekolah SMP tidak sebanding dengan siswa yang lulus SD,” ujar, Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Purnomo Selasa (7/7/2022).

Purnomo mengatakan, untuk lulusan murid SD tahun 2022 ini ada sebanyak 13 ribu orang, sementara daya tampung SMP Negeri hanya 6000 siswa. Jadi cuma 50 persen saja yang bisa ditampung.

“Oleh sebab itu, peran sekolah swasta sangat lah penting,” tegasnya.

Dan untuk mengatasi masalah tersebut, katanya, Disdikbud Kota Balikpapan membuka dua sekolah SMP Negeri baru pada PPDB tahun ini masing-masing SMPN SMPN 24 yang sudah bisa ditempati untuk tahun ajaran baru ini. Dan untuk SMPN 25 peserta didik barunya akan titipkan dulu ke sekolah terdekat dengan lokasi pembangunan SMPN 25.

“Kami berharap dengan dibukanya dua SMP tersebut, dapat mengurangi permasalahan PPDB yang terjadi di kota Balikpapan. Khusunya di wilayah Balikpapan Barat. Sebab penduduk di sana semakin bertambah. Sedangkan SMP di Balikpapan Barat hanya dua saja, yaitu SMPN 4 dan SMPN 9,” paparnya.

Dengan dibukanya SMPN 25 di Balikpapan Barat, dapat mengatasi permasalahan PPDB di wilayah tersebut. Jadi saat PPDB anak didik baru dapat melakukan pendaftaran di daerah tersebut. Sehingga tidak terlalu jauh saat melakukan pendaftaran.

“Semoga SMPN 25 sudah bisa selesai tahun ini. Sehingga pada saat semester ke dua pada tahun ajaran. Para peserta anak didik sudah dapat menempati ruang sekolah di SMPN 25,” ungkapnya.

Purnomo menambahkan, untuk SMP itu, daya tampungnya kurang lebih 56 persen, jadi kita tidak bisa menampung semua. Sehingga mau tidak mau sisanya harus ditampung sekolah swasta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: