DPRD
Anggota DPRD Balikpapan, Muhammad Taqwa

DPRD Prihatin Dengan Makin Maraknya Anjal dan Gepeng

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – DPRD Kota Balikpapan prihatin dengan semakin maraknya anak dibawah umur yang dilibatkan untuk bekerja sebagai penjual tisu, pengemis, parkir liar, dan pengamen dadakan di Kota Balikpapan.

Anggota DPRD Balikpapan, Muhammad Taqwa mengatakan, maraknya anak yang dipekerjakan ini akan sangat mengganggu Kota Balikpapan sebagai kota layak huni dan ramah anak.

Untuk itu, Pemkot melalui Satpol PP dan Dinas Sosial Balikpapan paling bertanggung jawab penuh dalam mengatasi ketertiban umum dan permasalahan sosial ini.

“Jangan sampai Balikpapan ini dijadikan tempat eksploitasi anak oleh oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya, Minggu (19/6/2022).

Kota Balikpapan, Taqwa, harus mengambil contoh kota lainnya yang dimana anak-anak dieksploitasi oleh jaringan-jaringan tertentu, dimanfaatkan untuk mendapatkan Rupiah dengan menghalalkan segala cara.

“Ini jangan sampai terjadi di Balikpapan, semoga ini hanya perilaku iseng dari anak-anak itu,” tegasnya.

Kondisi ini jika terus dibiarkan, sambungnya, akan bisa menjadi citra buruk bagi Kota Balikpapan, apalagi beberapa tahun terakhir, sudah dijumpai kegiatan-kegiatan seperti itu. Dimana melibatkan anak kecil menjadi pengamen, pengemis, dan melakukan hal negatif lainnya.

“Hal seperti ini perlu ditertibkan segera,” katanya.
Penganan masalah sosial ini, lanjutnya, peran Pemerintah Kota, orang tua, dan keluarga termasuk warga kota, agar selalu bersinergi dengan Pemerintah, wajib memantau dan memperhatikan anak-anaknya agar terhindar melakukan hal tersebut.

“Bisa saja ini di luar pantauan orang tua ketika ini terjadi, atau dilakukan oleh anak-anak Balikpapan. Kita juga selaku warga jangan sampai ada pihak keluarga kita atau anak-anak kita yang melakukan hal yang demikian,” ungkapnya.

Taqwa juga mengkhawatirkan, lantaran ini bisa terjadi karena adanya gelombang eksodus dari luar daerah, yang mengeksploitasi anak-anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang ilegal tersebut.

“Mudah-mudahan Pemerintah Kota melalui dinas terkait memperhatikan ini. Segera menertibkan kalaupun ini terjadi secara massal di kota Balikpapan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: