sapi
Semua sapi yang masuk di Balikpapan ini dipastikan aman dari wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Sabtu (2/7/2022).

1.200 Ekor Sapi Qurban di Balikpapan Telah Dapat Stiker Sehat

Balikpapan, Gerbangkaltim.com -Dinas Pangan, Peternakan dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan menyatakan menjelang Hari Raya Idul Ahda 2443 H, ketersediaan sapi qurban saat ini ada sekitar 1.900 ekor.

Ribuan sapi qurban ini tersebar di 66 titik kota Balikpapan karena tingginya minat masyarakat untuk berqurban. Semua sapi yang masuk di Balikpapan ini dipastikan aman dari wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Namun demikian, tidak semua sapi di Balikpapan memiliki sertifikat, karena baru ada 30 titik yang memiliki izin tempat usaha dan melapor ke Dinas Pangan, Peternakan dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan.

“Kalau untuk sertifikat kami berikan kepada yang sudah berizin (30 titik), jumlah sapinya sekitar 1.200 ekor,” ucap Kepala DP3 Kota Balikpapan, Heria Prisni, Sabtu (2/7/2022).

Sapi-sapi milik peternak yang sudah berizin, katanya, akan mendapatkan stiker sehat yang dipasang di tali sapi. Dengan tujuan agar masyarakat tidak bingung untuk membedakan mana yang sudah bersertifikat dan mana belum.

Sedangkan peternak yang tidak berizin, DP3 tidak akan memberikan stiker sehat pada sapinya, walaupun saat dicek tidak ditemukan wabah PMK.

“Jadi dari 1.900 ekor sapi yang ada, masih sekitar 700-an sapi yang belum bersertifikat atau tidak mendapatkan stiker,” ucapnya.

Untuk mendapatkan stiker sehat dari DP3, katanya, maka peternak atau pemilik sapi disarankan untuk mengurus izin tempat usahanya ke kelurahan. Hal ini dilakukan demi kenyamanan bersama, apalagi jika lahan yang digunakan sebagai fasilitas umum.
“Jadi kalau belum ada izin dari kelurahan, mereka tidak boleh berjualan disitu. Sapinya boleh saja di jual, tapi tempat berjualannya harus minta izin dari kelurahan,” ujarnya.

Untuk itu, sambungnya, disarankan agar peternak atau pemilik sapi membuat izin dari kelurahan, karena tanpa izin dari kelurahan walaupun sapinya sehat, maka tidak akan diberikan stiker sehatnya.

“Makanya bagi masyarakat kami anjurkan, jika mau berkurban agar membeli sapi yang memiliki stiker sehat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *