Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Lapas Kelas IIA Banjarmasin mempertegas komitmennya menghadirkan layanan kunjungan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang tertib, aman, dan humanis, dengan menekankan kehadiran penuh petugas di lapangan serta kebijakan tanpa pungutan liar (pungli).
Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) yang meminta seluruh jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) memastikan layanan berjalan optimal di tengah potensi lonjakan pengunjung saat hari raya.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar momentum layanan, tetapi juga ruang penting bagi warga binaan untuk kembali merasakan kedekatan dengan keluarga.
“Bagi warga binaan, Idulfitri adalah momen yang sangat dinanti untuk bertemu keluarga. Karena itu, kami tidak hanya memastikan layanan berjalan tertib, tetapi juga menghadirkan suasana yang hangat dan manusiawi,” ujar Akhmad, Rabu (18/3/2026).
Ia memastikan seluruh petugas akan hadir langsung di titik layanan guna mengawal jalannya kunjungan sekaligus memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan informasi.
“Kami instruksikan petugas tidak hanya berjaga, tetapi juga aktif melayani. Pengunjung harus merasa terbantu, bukan dipersulit. Dan yang paling penting, kami tegaskan zero pungli tanpa kompromi,” katanya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Lapas Banjarmasin menata alur kunjungan secara lebih sistematis, mulai dari pintu masuk, pemeriksaan, hingga ruang pertemuan. Fasilitas pendukung seperti layanan penitipan barang dan pencatatan pengunjung juga disiapkan guna mempercepat proses layanan.
Koordinasi dengan aparat keamanan turut diperkuat untuk menjaga ketertiban selama kunjungan berlangsung, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Selain itu, keseragaman jam layanan menjadi perhatian serius agar masyarakat mendapatkan kepastian. Seluruh layanan dipastikan berjalan sesuai ketentuan waktu yang berlaku, tanpa pengecualian di luar jadwal resmi.
Akhmad menambahkan, pengawasan akan diperketat untuk mencegah masuknya barang terlarang serta menutup celah terjadinya pelanggaran.
“Kami ingin memastikan layanan ini bersih, aman, dan berintegritas. Tidak ada ruang untuk penyimpangan, sekecil apa pun,” ujarnya.
Di tengah fokus pada keamanan dan ketertiban, Lapas Banjarmasin juga tetap memperhatikan kondisi petugas agar tetap prima dalam memberikan pelayanan selama periode kunjungan.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, Lapas Banjarmasin berharap layanan kunjungan Idulfitri tahun ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna bagi warga binaan dan keluarga.
“Kami ingin setiap pertemuan yang terjadi di sini membawa kebahagiaan. Itu yang menjadi tujuan utama kami dalam memberikan layanan,” kata Akhmad.
BACA JUGA
