PTMB Ganti Pipa Transmisi di Perbatasan Balikpapan Mulai Juni 2026, Distribusi Air Ditarget Lebih Stabil
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) kembali melanjutkan program pembenahan infrastruktur air bersih dengan mengganti jaringan pipa transmisi di kawasan perbatasan Kota Balikpapan.
Proyek tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan pada awal Juni 2026 sebagai bagian dari upaya peremajaan jaringan lama yang dinilai sudah tidak lagi optimal menopang distribusi air kepada pelanggan.
Direktur Operasional PTMB, Ali Rachman, mengatakan penggantian pipa akan dilakukan sepanjang sekitar 80 hingga 100 meter di salah satu titik prioritas yang selama ini menjadi perhatian perusahaan.
“Awal Juni rencananya mulai dikerjakan. Panjang pipa yang diganti kurang lebih sekitar 80 sampai 100 meter,” ujar Ali, Selasa (26/5/2026).
Menurut dia, pembaruan jaringan dilakukan untuk menjaga stabilitas distribusi air bersih sekaligus mengurangi potensi gangguan layanan akibat usia pipa yang sudah cukup lama.
Ia menjelaskan, jaringan transmisi lama memiliki risiko kebocoran serta penurunan kualitas distribusi apabila tidak segera dilakukan peremajaan. Karena itu, PTMB melakukan pembenahan secara bertahap pada jalur-jalur yang dianggap paling mendesak.
“Setelah pemasangan selesai, aliran distribusi nanti akan dialihkan ke jaringan baru agar lebih aman dan optimal,” katanya.
Ali menambahkan, material utama berupa pipa untuk proyek tersebut telah tersedia. Saat ini PTMB hanya melengkapi sejumlah aksesoris pendukung sebelum seluruh material dikirim ke lokasi pekerjaan.
“Pipanya sudah siap. Tinggal melengkapi aksesoris pendukung saja sebelum dibawa ke lapangan,” ujarnya.
Dalam mendukung percepatan pembenahan jaringan air bersih, PTMB memperoleh bantuan pendanaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sekitar Rp16 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung penggantian jaringan pipa transmisi di sejumlah titik di Balikpapan.
Selain itu, PTMB juga kembali mengusulkan tambahan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 sebesar Rp2,5 miliar hingga Rp5 miliar guna melanjutkan program pembaruan jaringan lama di wilayah lain.
“Kami juga mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp2,5 sampai Rp5 miliar di APBD perubahan supaya program penggantian jaringan bisa terus berjalan,” kata Ali.
Menurutnya, kebutuhan peremajaan infrastruktur distribusi air di Balikpapan masih cukup besar karena sebagian jaringan telah digunakan dalam jangka waktu lama. PTMB pun memprioritaskan penguatan jalur transmisi sebelum melanjutkan pembenahan jaringan distribusi di kawasan perkotaan.
“Kalau jalur transmisi sudah aman dan stabil, baru kami lanjut fokus ke jaringan distribusi di kawasan kota,” tuturnya.
Melalui program peremajaan infrastruktur tersebut, PTMB menargetkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat semakin meningkat. Selain memperkuat stabilitas distribusi, pembaruan jaringan juga diharapkan mampu menekan tingkat kebocoran dan gangguan layanan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Balikpapan.
PTMB menilai pembenahan jaringan secara bertahap menjadi langkah penting untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat Kota Balikpapan dapat terpenuhi secara aman dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
BACA JUGA
