Atasi Keterbatasan Hotel, KONI Paser Siapkan 200 Rumah Warga untuk Kontingen Porprov 2026

Paser, Gerbangkaltim.com – Keterbatasan kamar hotel menjadi tantangan tersendiri bagi Kabupaten Paser menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Paser bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) menyiapkan 200 rumah warga sebagai alternatif penginapan bagi kontingen.

Ajang olahraga empat tahunan yang dijadwalkan berlangsung pada 14–27 November 2026 itu diperkirakan mendatangkan belasan ribu atlet dan ribuan pendamping dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Ketua Harian KONI Kabupaten Paser, Abdul Rasyid, mengatakan pendataan dan verifikasi rumah warga masih berlangsung. Dari sekitar 150 rumah yang telah terdata, lebih dari 100 rumah di antaranya sudah disurvei untuk memastikan kelayakannya.

“Target kita bisa menampung hunian hingga 200 rumah warga,” ujar Rasyid, Rabu (21/10/2026).

  1. Rumah warga harus memenuhi standar kelayakan

Pemanfaatan rumah warga tidak dilakukan tanpa pemeriksaan. Panitia memastikan setiap hunian yang akan digunakan memenuhi sejumlah persyaratan, mulai dari kebersihan, kekuatan bangunan, ketersediaan air bersih dan listrik, hingga fasilitas sanitasi.

Langkah tersebut dilakukan agar para atlet dan ofisial mendapatkan tempat istirahat yang aman dan nyaman selama mengikuti pertandingan di Tanah Grogot dan sekitarnya.

“Kita ingin memastikan rumah yang digunakan memang layak dan fasilitas dasarnya tersedia,” tegasnya.

Selain membantu memenuhi kebutuhan akomodasi, skema ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam menyukseskan Porprov VIII Kaltim.

“Keterlibatan masyarakat menjadi penting, karena mereka ikut berperan dalam menyambut tamu daerah lain,” tambah Rasyid.

  1. Aula sekolah hingga rumah dinas disiapkan

Tak hanya mengandalkan rumah warga, KONI dan Disporapar Paser juga menyiapkan fasilitas milik pemerintah daerah sebagai alternatif tempat menginap.

Panitia telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser untuk memanfaatkan sementara aula sekolah, ruang kelas yang tidak digunakan, hingga rumah dinas.

Pengaturan kedatangan dan kepulangan kontingen juga akan disesuaikan dengan jadwal pertandingan masing-masing cabang olahraga. Strategi rotasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan kapasitas penginapan sekaligus mencegah penumpukan penghuni.

“Panitia juga menerapkan strategi efisiensi kapasitas melalui pengaturan jadwal rotasi kedatangan dan kepulangan kontingen. Skema ini disesuaikan langsung dengan jadwal pertandingan dari masing-masing cabang olahraga agar tidak terjadi penumpukan penghuni,” jelasnya.

  1. Atlet dan ofisial diwajibkan memiliki jaminan kesehatan

Selain akomodasi, aspek kesehatan peserta juga menjadi perhatian panitia. Seluruh atlet dan ofisial diwajibkan memiliki jaminan kesehatan BPJS yang pengurusannya dilakukan secara kolektif melalui Disporapar dan pengurus cabang olahraga.

KONI Paser optimistis persiapan yang melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat tersebut dapat mendukung kelancaran penyelenggaraan Porprov VIII Kaltim.

Rasyid berharap seluruh kontingen yang datang ke Kabupaten Paser dapat merasa nyaman sehingga bisa berkonsentrasi menghadapi pertandingan dan mengejar prestasi.

Melalui berbagai langkah antisipasi tersebut, Kabupaten Paser berupaya menjadikan Porprov VIII Kaltim bukan hanya sebagai ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan antara masyarakat dan para tamu dari berbagai daerah. (adv)

 

Tinggalkan Komentar