1

Bagikan Sembako Kepada Warga Terdampak Covid-19, Wujud Kepedulian Polsek Muara Wis Ditengah Pandemi Covid-19

Kukar – Polsek Muara Wis Polres Kukar melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Berbagi Kasih berupa pemberian bantuan sembako kepada masyarakat yang terkena dampak Covid-19.

Kegiatan Bakti Sosial Berbagi Kasih pembagian berupa paket sembako kepada warga kurang mampu dilaksanakan pada hari, Sabtu (20/12/20) diwilayah Hukum Polsek Muara Wis dalam rangka menyambut perayaan natal 2020 dan tahun baru 2021.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana, S.I.K., M.H., menjelaskan, kegiatan pembagian penerima bantuan sembako diberikan kepada warga masyarakat yang terdampak akibat wabah covid-19 seperti warga yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan warga manula.

Kegiatan Bakti Sosial ini dilaksanakan untuk membantu warga masyarakat dan sebagai salah satu bentuk kepedulian Polri, kami berharap dengan bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Kombes Pol Ade Yaya juga menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk Kepedulian Polri kepada masyarakat disaat wabah Covid-19, kami berharap bantuan sembako ini bisa mengurangi beban masyarakat disaat pandemi Covid-19.

Sumber : Humas Polda Kaltim




Gelar Operasi Yustisi, Polres Bontang Sasar Pasar Tradisional

Bontang – Operasi Yustisi penegakan Peraturan Wali Kota (Perwali) Kota Bontang No 21 Th 2020 tentang Kepatuhan masyarakat terhadap Protokol Kesehatan terus digelar di Kota Bontang, Setidaknya dua sampai tiga kali sehari dilakukan Razia Penggunaan Masker dan kerumunan.

Operasi Yustisi melibatkan Personil gabungan terdiri dari unsur TNI, Polri dan Satpol PP Kota Bontang, setiap hari melakukan Operasi Yustisi Protokol Kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Setiap hari ada saja warga yang terjaring Operasi karena tidak menggunakan Masker atau menggunakan Masker secara tidak benar seperti di dagu bahkan ada yang hanya dikantongi.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana, S.I.K., M.H., menjelaskan, Operasi Yustisi yang melibatkan 30 personil gabungan TNI, Polri dan Satpol PP menggelat Razia di Pasar dan Terminal. Ini dimaksudkan karena pada hari libur banyak warga yang hendak bepergian atau belanja ke pasar.

Di lokasi, petugas memeriksa setiap pedagang dan pengunjung pasar serta penumpang dan pengemudi kendaraan angkutan umum.  Bagi yang tidak memakai masker langsung ditindak sesuai sanksi yang diatur dalam Perwali Kota Bontang No 21 Th 2020.

Sebanyak 8 pelanggar, ditindak dengan Menghafal Pancasila, Menyanyikan Lagu kebangsaan atau kerja sosial menyapu jalan sekitar lokasi pelanggaran.

“Kegiatan Operasi Yustisi atau Operasi Aaman Nusa ini bagian dari upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, demi keselamatan kita bersama khususnya warga Bontang” kata Kombes Pol Ade Yaya Suryana.

Kombes Pol Ade Yaya juga mengatakan operasi yustisi yang dilakukan ini dalam rangka mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Kota Bontang yang minggu terakhir ini cenderung meningkat.

Sumber : Humas Polda Kaltim




Jurus Jitu Antisipasi Penyebaran Covid-19, Ini Yang dilakukan Polres Bontang Bersama Aparat Gabungan

Bontang – Meningkatnya kasus covid-19, membuat aparat gabungan baik dari TNI, Polri dan Satpol PP Kota Bontang Kalimantan Timur semakin gencar menggelar operasi yustisi.

Terlihat di Jalan Ir. H. Juanda Kel. Tanjung Laut Kota Bontang, aparat gabungan melakukan Razia Protokol Kesehatan (Prokes), Jumat (18/12/2020), petugas gabungan menggelar operasi yustisi dengan menghentikan pengguna jalan yang tidak menggunakan masker.

Hasilnya, sebanyak 6 pelanggar yang tak menggunakan masker pun berhasil terjaring. Mereka lalu diberikan sanksi. Ada yang mendapat sanksi sosial menyapu jalanan, menyanyikan lagu kebangsaan, dan di data.

Operasi yustisi ini dipimpin seorang Perwira Pengendali (Padal) Ipda Dani Purwanto dengan beranggotakan aparat gabungan terdiri personil Polri 10 orang, Tni 2 orang dan Satpol PP 15 orang.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana, S.I.K., M.H., mengatakan, operasi yustisi digelar setiap hari mengingat kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan, utamanya memakai masker sudah mulai menurun.

“Mulai saat ini kami gencarkan lagi operasi protokol kesehatan. Kami juga mendorong Satpol PP agar terus melakukan edukasi ke masyarakat melalui duta perubahan perilaku,” pungkasnya.

Sumber : Humas Polda Kaltim




Gerak Cepat Polres Bontang Berhasil Ungkap Kasus Pencurian dengan Kekerasan

Bontang – Lagi, Tim Rajawali Sat Reskrim Polres Bontang bekerjasama Tim BAT Polsek Bontang Selatan dan Tim Eagle Bontang Utara, berhasil meringkus pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas).

Korban bernama Yusianti (36), Warga Jln. Panjaitan Gang Piano Kel. Bontang Baru Kec. Bontang Utara Kota Bontang ditemukan warga dalam keadaan tergeletak disebuah gubug dalam keadaan pingsan, dengan luka serius pada bagian wajah akibat dipukul kayu oleh pelaku yang mengaku bernama ALD (21).

Lantaran hendak lari saat ditangkap dan melakukan perlawanan, Sat Reskrim Polres Bontang terpaksa menembak pelaku Curas tepat mengenai kaki kirinya, di rumahnya Jln. Pramuka, Kelurahan Bontang Lestari Kota Bontang.

Dalam Konferensi Pers, Kamis (17/12/20) siang, Kapolres Bontang, Hanifa Martunas Siringoringo, SIK. MH yang didampingi Kasat Reskrim AKP Mahfud Hidayat dan Kasubbag Humas AKP H. Suyono  menuturkan, Kronologis kejadian bermula saat korban hendak melakukan transaksi jual beli sebuah Handphone kepada pelaku.

“Awalnya korban menawarkan HP miliknya merk Oppo Reno 4 seharga 4 juta, Pelaku berniat membeli hp tersebut dan menawarnya dengan harga 3,2 juta melalui chat di facebook”, ujar Kapolres.

Dengan komunikasi melalui media sosial facebook, pelaku mengajak korban untuk bertemu dan bertransaksi dengan cara Cash On Delivery (COD) di Jalan Pramuka 1, Bontang Lestari, dekat dengan rumahnya.

Setelah keduanya bertemu, ternyata tidak ada kecocokan harga. Lantaran tersangka cuma membawa uang Rp 600 ribu. “Tersangka akhirnya mengancam korban dengan badik,” Tambah Kapolres.

Pelaku mengancam dengan menodongkan sebilah badik ke arah korban. Lantaran korban melakukan perlawanan, badik pelaku pun terjatuh. Kemudian tersangka mendorong korban hingga jatuh tersungkur, saat itulah tersangka mengambil sebatang kayu dan memukul korban dibagian wajah sebanyak 4 kali, Ujar Hanifa.

Akibat pukulan tersangka itu, korban kini masih kritis dan dirawat di RSUD Taman Husada Kota Bontang dengan luka yang sangat serius berupa rahang retak dan wajah penuh luka, terang Kapolres.

Sementara itu ditempat terpisah Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana, S.I.K., M.H., menjelaskan, Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Bontang guna menjalani proses hukum, terhadap tersangka Penyidik menjerat dengan pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukum 12 tahun penjara, tegasnya.

Sumber : Humas Polda Kaltim




Laksanakan Was Ops Mantap Praja Mahakam 2020, Tim Itwasda Polda Kaltim Kunjungi Polres Kutai Barat

Kutai Barat – Tim Itwasda Polda Kaltim yang dipimpin oleh AKBP Yudhi Suhariyadi, S.I.K., melaksanakan pengawasan Operasi Mantap Praja dalam rangka pengamanan Pilkada Serentak 2020, di Polres Kutai Barat (Kubar), Jumat, (18/12/2020) pagi.

Kedatangan tim disambut oleh Kapolres Kutai Barat bersama para Pejabat Operasi Mantap Praja Mahakam Tahun 2020.

Dalam pertemuan yang digelar di Aula atas Mako Polres Kutai Barat, Kapolres mengucapkan selamat datang kepada tim, dan berharap bisa melaksanakan tugas pengawasan operasi dengan maksimal.

Sementara itu Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana, S.I.K., M.H., menerangkan, pengawasan ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana pelaksanaan Operasi Mantap Praja Mahakam 2020.

“Termasuk untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan operasi, kemudian dicari solusi terbaik, sehingga Operasi Mantap Praja berjalan dengan baik dan bisa mencapai tujuan yang telah ditetapkan,” kata Kombes Pol Ade Yaya.

Pengawasan, lanjut Kombes Pol Ade Yaya Suryana, meliputi seluruh aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan Operasi Mantap Praja.

“Di antaranya rencana kegiatan, laporan hasil kegiatan, dan anggaran, juga data paslon peserta Pilkada, pemetaan atau potensi kerawanan kamtibmas dan rawan pandemi Covid-19, serta upaya atau antisipasi terhadap gangguan kamtibmas terkait dengan Pilkada,” pungkas Kabid Humas Polda Kaltim.

Sumber : Humas Polda Kaltim




Presiden Jokowi: Indonesia Adalah Negara Hukum

Presiden Jokowi menegaskan, Indonesia adalah Negara hukum. Hal ini seperti tertuang dalam amandemen UUD 1945 pasal 1 ayat 3 yang berbunyi: Negara Indonesia adalah Negara hukum. Oleh karena itu, hukum harus dipatuhi dan ditegakkan untuk melindungi kepentingan masyarakat, bangsa dan Negara.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam pernyataannya menanggapi peristiwa yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir ini, yaitu tewasnya 4 orang warga Sigi dan 6 orang anggota Front Pembela Islam (FPI).

Presiden menegaskan bahwa sudah menjadi kewajiban bagi para penegak hukum untuk menegakkan hukum tersebut secara adil.

“Saya tegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum. Hukum harus dipatuhi dan ditegakkan untuk melindungi kepentingan masyarakat, melindungi kepentingan bangsa dan negara. Sudah merupakan kewajiban aparat penegak hukum untuk menegakkan hukum secara tegas dan adil. Aparat hukum dilindungi oleh hukum dalam menjalankan tugasnya,” ujar Presiden Joko Widodo usai berolah raga sepeda di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu pagi, 13 Desember 2020.

Berdasarkan hal itu, masyarakat tidak diperbolehkan untuk bertindak semena-mena dan melakukan perbuatan melanggar hukum yang merugikan masyarakat, apalagi bila perbuatannya itu sampai membahayakan bangsa dan negara. Aparat hukum juga tidak boleh gentar dan mundur sedikitpun dalam melakukan penegakan.

Namun, dalam menjalankan tugasnya, Presiden mengingatkan aparat penegak hukum pun harus mengikuti aturan hukum, melindungi hak asasi manusia, dan menggunakan kewenangannya secara wajar dan terukur.

“Jika terdapat perbedaan pendapat tentang proses penegakan hukum, saya minta agar gunakan mekanisme hukum,” kata Presiden.
Menangapi statment Jokowi tersebut Pakar Komunikolog Indonesia, Emrus Sihombing menghimbau kepada seluruh pihak untuk menghargai proses hukum yang tengah berlangsung.

“Terlepas dari pandemi (COVID-19), intervensi terhadap proses hukum oleh siapapun dalam bentuk apapun tidaklah dibenarkan,” Tegas Emrus saat dihubungi wartawan.

Dia juga menjelaskan, pelarangan berkerumun yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Satgas Penanganan COVID-19, adalah bentuk kecintaan pemerintah terhadap rakyatnya.

“Pemerintah tidak ingin rakyatnya terkena virus corona, jadi dilarang untuk berkerumun, sesama masyarakat juga harus saling melindungi dari COVID-19 ini,”.

Lebih lanjut, Emrus mengatakan jika pemerintah saja menyangi masyarakatnya, seharusnya masyarakat lebih menyayangi dirinya dan keluarganya. Tindakan nyata dari kasih saying itu, diwujudkan dengan tidak berkerumun yang berpotensi menimbulkan penularan COVID-19 dari satu orang ke orang lain, dan akhirnya membawa COVID-19 ke rumah serta menularkan keluarga mereka.

Dosen Universitas Pelita Harapan (UPH) itu dengan tegas mengutip kata-kata yang sering diucapkan oleh Presiden dan Kapolri, “Salus Populi Suprema Lex Esto, keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi,”.

Emrus menyarankan, jikalau aksi demonstrasi tetap hendak digelar, sebaiknya digelar secara daring atau online dengan memanfaatkan aplikasi rapat daring yang ada.




Wawancara Dengan TVRI, Kabid Humas Jelaskan Kesiapan Polda Kaltim Amankan Agenda Nasional

Balikpapan – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana menerima kunjungan dari media TVRI Kaltim, Jumat (18/12/2020).

Saat ditemui, Kabid Humas Polda Kaltim menjelaskan bahwa situasi di Tahun 2020, ada agenda nasional yang akan berlanjut di Tahun 2021.

Agenda yang pertama ada kegiatan pemilu yang baru saja dilaksanakan, dimana Tahun 2021 apakah ada sidang gugatan atau tidak, dan akan ada pelaksanaan pelantikan bagi Kepala Daerah yang terpilih, ucap Ade Yaya.

Kemudian agenda yang kedua yaitu Covid-19, dimana saat ini Pemerintah sudah mendatangkan vaksin  untuk penanganan virus corona.

Diharapkan respon masyarakat bisa serta merta yakin bahwa vaksin tersebut bisa mencegah atau menangkal terjadinya penularan covid-19 agar di Tahun 2021 situasi pandemi ini bisa selesai, kata Kabid Humas.

Kita harapkan permasalahan sosial lainnya seperti unjuk rasa solidaritas dampak penanganan hukum di Polda Metro Jaya tidak berlanjut di Tahun 2021. Walaupun berlanjut, ini tetap menjadi konsen Polda Kalimantan Timur.

Kemudian ada juga kegiatan nasioanal seperti Undang-Undang Omnibus Law. Polda Kaltim tetap konsen mengamankan kegiatan masyarakat, diharapkan jangan sampai ada kelompok yang melakukan aksi unjuk rasa yang melanggar hukum.

Polda Kaltim siap mengamankan agenda nasional dan melayani masyarakat selama kegiatan tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan mengikuti protokol Kesehatan (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan hindari kerumunan), tutup Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana.

Sumber : Humas Polda Kaltim




Wujud Kebanggaan, Kapolri Berikan Bintang Bhayangkara Utama Kepada Menpan RB dan Menteri ATR/BPN

JAKARTA – Kapolri Jenderal Idham Azis memberikan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Utama kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi Tjahjo Kumolo dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Jumat, (18/12/2020).

Kapolri Jenderal Idham Azis menyatakan pemberian penghargaan tersebut merupakan apresiasi Polri atas dukungan Menteri PAN / RB dan Menteri ATR / Kepala BPN kepada Polri.

“Penghargaan ini merupakan wujud kebanggaan kami atas dedikasi dan kerja sama luar biasa yang telah diberikan kepada institusi Polri. Pemberian penganugerahan ini merupakan tanda kehormatan dan respek Polri terhadap kedua kementerian,” kata Kapolri.

Dia melanjutkan secara khusus dirinya ingin mengucapkan terima kasih kepada Menteri PAN/ RB H.Tjahjo Kumolo atas hubungan timbal balik dan kerja sama dalam upaya peningkatan penataan dan penguatan organisasi, tatalaksana, manajemen sumber daya manusia aparatur, pengawasan, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik di lingkungan Polri.

“Selain itu terima kasih juga saya sampaikan kepada Menteri ATR/BPN Bapak  Sofyan Djalil yang telah mendukung kemajuan dan pengembangan Polri dalam mengarahkan penertiban aset-aset tidak bergerak pada Polri di seluruh Indonesia, dan terwujudnya kerja sama yang dinamis guna mewujudkan penegakan hukum terhadap mafia tanah. Kami menaruh respek, dan kami sangat bangga saat ini bisa memberikan penghargaan tertinggi melalui Bintang Bhayangkara Utama,” katanya.

Kapolri berharap generasi Polri yang akan datang, dapat merajut kebersamaan, karena Polri tidak bisa berjalan sendiri tanpa bantuan dari lembaga lain.

“Saya berharap, kerja sama dan hubungan baik ini dapat terus berlanjut dalam mewujudkan institusi Polri yang dicintai masyarakat. Sebab tidak ada keberhasilan tanpa dimulai dari kebersamaan dan kekompakan,” ujar mantan Kapolda Metro Jaya ini.




Kapolres Kukar Berbagi Sembako Dan Masker Menyambut Perayaan Hari Natal Tahun 2020

Kukar – Menyambut perayaan hari Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021, Kepolisian Resor (Polres) Kukar melakukan bakti sosial memberikan bantuan sembako kepada umat kristiani yang kurang mampu, Kamis (17/12/2020).

Kegiatan baksos sendiri dipimpin langsung oleh Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting didampingi Wakapolres Kukar Kompol Erick Budi Santoso dan Para Pejabat Utama Polres Kukar.

Sebelum melaksanalan baksos ke Gereja GPIB Gloria Kelurahan Maluhu dan sekitarnya kegiatan tersebut diawali dengan pelaksanaan apel kesiapan baksos yang dilaksanakan di halaman apel Mako Polres Kukar.

Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting mengatakan pihaknya telah menyiapkan paket sembako, beras 10 ton dan 150.000 masker yang akan diberikan kepada masyarakat saat libur natal dan tahun baru 2021 dengan mengedepankan peran Bhabibkamtibmas.

“Perwakilan Bhabinkamtibmas dari masing-masing Polsek jajaran Polres Kukar kita kumpulkan untuk membagikan masker untuk di Desa binaannya, ini untuk mengantisipasi adanya klaster baru pada perayaan natal tahun 2020 dan tahun baru 2021”, katanya.

Dirinya menambahkan, bahwasanya pihaknya juga akan melakukan penyemprotan disinfektan di gereja-gereja jelang perayaan natal tahun 2020 ini.

Orang nomor satu di jajaran Polres Kukar tersebut menyebutkan bahwa kegiatan Ini merupakan wujud jalinan silaturahmi dan kerjasama antara Polri dan Masyarakat dalam rangka perayaan Natal 2020 dan Tahun baru 2021 dengan penuh kasih dan suka cita, kiranya bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban masyarakat dalam merayakan Natal dan Tahun baru disaat Pandemi Covid-19.

Sumber : Humas Polda Kaltim




Ungkap Kasus Peredaran Uang Palsu, Polsek Sungai Pinang Gelar Press Release

Samarinda – Setelah sebelumnya pada Selasa siang (15/12/2020) Unit Reskrim Polsek Sungai Pinang, berhasil menggagalkan upaya perederan uang palsu di wilayah hukumnya dengan mengamankan kedua orang pelaku an. WE dan SA.

Kapolsek Sungai Pinang AKP Rengga Puspo Saputro S.I.P, S.I.K., M.H. memimpin press release pengungkapan kasus peredaran uang palsu tersebut di Mapolsek Sungai Pinang didampingi oleh Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang Iptu Akhmad Wira M.H. dan Panit Reskrim Polsek Sungai Pinang Ipda Rasyid Kamis (17/12/2020).

Sebelumnya di sekitaran Jln. Poros Samarinda – Bontang RT 05 Kel. Sei Siring. Unit Reskrim pada hari Selasa siang, mendapatkan laporan adanya seseorang yang menyebarkan uang palsu di lokasi tersebut.

Tak perlu waktu lama, Unit Reskrim Polsek Sungai Pinang berhasil mengamankan tersangka WE dikamar kosnya di Jln. M. Yamin Gg. 1 Kel. Gunung Kelua.

Dari hasil pengembangan diketahui bahwa WE tidak bekerja sendirian namun membuat uang palsu tersebut bersama SA kemudian SA juga langsung diamankan di rumahnya di Jln. D.I. Panjaitan Gg. Mario Kel. Gunung Lingai.

Kapolsek Sungai Pinang AKP Rengga Puspo Saputro S.I.P, S.I.K., M.H. mengatakan “dari hasil penangkapan kedua orang tersangka kami dapati barang bukti berupa uang 100.000 sebanyak 515 lembar, uang 20.000 sebanyak 169 lembar, uang hasil kejahatan Rp. 167.000,-, 2 buah penggaris, 1 buah cutter, 13 mata pisau cutter, 1 buah gunting, 2 buah tas pinggang, 1 tas hitam, 1 dompet kecil warna coklat dan 1 dompet panjang warna coklat.”

“Kami respon cepat laporan dan pengaduan dari masyarakat yang kami terima, Pelaku sudah kami amankan di Mapolsek Sungai Pinang beserta barang bukti, dan diharapkan warga untuk tidak resah namun tetap mewaspadai aksi serupa, warga masyarakat kami minta untuk segera melaporkan jika menemukan atau mengetahui aksi kejahatan yang ada di masing-masing wilayahnya bermukim.” Pungkas AKP Rengga.

Kedua tersangka disangkakan melanggar pasal 36 Jo pasal 26 UU No. 7 tahun 2011 tentang Mata Uang subsider pasal 244 KUHP Jo 245 KUHP dan diancam dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda Rp. 10.000.000.000, – (10 Miliar rupiah).

Sumber : Humas Polda Kaltim