Awal 2026, Kepala BPSDM Kaltim Apresiasi ASN Berprestasi dalam Pengembangan Kompetensi
Gerbangkaltim.com, Samarinda – Mengawali tahun kerja 2026, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur memberikan penghargaan kepada aparatur sipil negara (ASN) yang menunjukkan komitmen tinggi dalam pengembangan kompetensi sepanjang tahun 2025. Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, saat memimpin apel pagi di halaman Kantor BPSDM Kaltim, Selasa (6/1/2026).
Sebanyak 10 ASN dengan capaian tertinggi jam pelajaran pengembangan kompetensi (bangkom) menerima piagam penghargaan disertai tanda mata. Pemberian apresiasi ini menjadi bentuk pengakuan atas semangat belajar dan dedikasi ASN dalam meningkatkan kapasitas diri guna mendukung kinerja birokrasi yang profesional dan adaptif.
Dalam kesempatan tersebut, Nina Dewi juga mengumumkan capaian kinerja organisasi, di mana BPSDM Kaltim berhasil menempati peringkat lima besar serapan anggaran tertinggi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur selama tahun 2025. Sejalan dengan capaian tersebut, apresiasi juga diberikan kepada para pejabat administrator atau pejabat eselon III di lingkungan BPSDM Kaltim berdasarkan kinerja unit kerja masing-masing.
Peringkat pertama diraih Sekretariat BPSDM Kaltim yang dipimpin Rina Kusharyanti. Disusul Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional (PKMF) di bawah Apriyana, Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis (PKT) yang dipimpin Roslinda, serta Bidang Sertifikasi Kompetensi dan Pengelolaan Kelembagaan (SKPK) di bawah Djaitun.
Nina Dewi menegaskan bahwa meskipun pagu anggaran BPSDM Kaltim tahun 2026 mengalami penurunan signifikan sekitar 65 persen, semangat kerja dan inovasi ASN harus tetap terjaga. Ia optimistis, melalui mekanisme APBD Perubahan, alokasi anggaran dapat ditambah mendekati ketentuan mandatori spending sebesar 0,37 persen dari total APBD Kaltim.
Menariknya, dari 10 ASN peraih jam pelajaran tertinggi, enam di antaranya merupakan pejabat fungsional widyaiswara. Peringkat pertama diraih Novi Satria Jatmiko dengan total 780 jam pelajaran, disusul Muhammad Deny Sahroni dan Mochamad Ridwan. Prestasi ini menunjukkan peran strategis widyaiswara sebagai fasilitator pembelajaran dan agen transfer pengetahuan di lingkungan ASN.
Koordinator Widyaiswara BPSDM Kaltim, Jauhar Efendi, mengapresiasi capaian tersebut dan menegaskan bahwa kewajiban minimal pengembangan kompetensi ASN telah terlampaui secara signifikan. Menurutnya, hal ini mencerminkan budaya belajar yang semakin kuat di lingkungan BPSDM Kaltim.
Sumber: BPSDM Provinsi Kaltim
BACA JUGA
