Pemkot
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty

Dua Pekan Digelar, 636 Lansia Telah di Vaksin Booster

image_pdfimage_print

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan terus menggencarkan pelaksanaan pemberian vaksin booster kedua bagi kelompok lanjut usia. Pelaksanaan vaksin booster yang sudah dilaksanakan dua pekan ini diharapkan dapat semakin memperkuat kekebalan tubuh para lansia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, hingga saat ini capaian vaksinasi Covid-19 booster dosis kedua untuk lansia sudah 1,59 persen atau sebanyak 636 orang dari total 40 ribu lebih.

“Kalau dilihat capaian dua Minggu ini sudah sangat bagus. Artinya para Lansia sangat antusias untuk menerima booster dosis kedua ini,” ujarnya, Selasa (6/12/2022).

Andi Sri Juliarty yang Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Balikpapan ini mengatakan, sejauh ini tidak ada kendala dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 booster kedua Lansia. Termasuk perihal ketersediaan vaksin.

“Sejauh ini untuk stok vaksin sendiri masih aman. Ini kita dapat tambahan enam ribu dosis dari pusat, lagi dijemput di Samarinda. Tapi memang untuk distribusi dari pusat itu enggak sebanyak dulu, yang langsung puluhan ribu gitu,” ucapnya.

Dio mengimbau kepada para Lansia agar tidak ragu untuk menerima vaksinasi booster kedua. Ini adalah salah satu upaya untuk mengurangi tingkat keparahan, bahkan kematian akibat Covid-19.

“Untuk jenis vaksin booster dosis kedua ini disesuaikan dengan dosis pertama,” ucap Dio.

Sementara itu, tepat pada 22 November 2022 yang lalu, Kementerian Kesehatan mengizinkan pemberian vaksinasi booster COVID-19 dosis kedua, atau suntikan keempat kepada lansia, untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap kelompok rentan, untuk mengurangi tingkat keparahan, bahkan kematian akibat COVID-19.

Kebijakan ini diatur dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/5565/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Booster ke-2 Bagi Kelompok Lanjut Usia yang berlaku aktif sejak 22 November 2022 setelah ditetapkan oleh Maxi Rein Rondonuwu selaku Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *