Balikpapan Masuk Lima Besar PPD 2026, Rahmad Mas’ud: Ini Hasil Kerja Bersama
Balikpapan, Gerbangkaltim.com— Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, berhasil masuk lima besar daerah terbaik dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 yang diberikan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Dalam penilaian tingkat kota, Balikpapan meraih predikat terbaik kelima. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap kualitas perencanaan, kinerja pembangunan, serta inovasi yang dilakukan pemerintah daerah dalam mendukung prioritas pembangunan nasional.
Penghargaan PPD 2026 diserahkan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dalam kegiatan Penyerahan Penghargaan Pembangunan Daerah dan Knowledge Sharing Pembangunan Daerah 2026 di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Posisi lima besar tingkat kota ditempati Surabaya sebagai terbaik pertama, disusul Manado, Pekalongan, Tangerang, dan Balikpapan.
Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Menurut dia, capaian itu bukan semata hasil kerja pemerintah kota, melainkan buah dari kolaborasi berbagai pihak.
“Alhamdulillah kami bersyukur atas penghargaan. Ini berkat kerja sama semua pihak, baik pemerintah, pengusaha swasta dan terutama warga kota Balikpapan yang selalu menjaga kondusivitas kota, sehingga pembangunan bisa berjalan bagus di Kota Balikpapan,” kata Rahmad Mas’ud.
Rahmad menilai keterlibatan berbagai unsur menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan di Kota Balikpapan. Pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), BUMN, BUMD, perusahaan swasta hingga masyarakat disebut memiliki peran dalam mendukung pembangunan kota.
Penghargaan tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap kualitas pembangunan daerah dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan pembangunan nasional pada dasarnya merupakan akumulasi dari pembangunan yang berlangsung di daerah.
“Pembangunan nasional itu adalah agregasi dari pembangunan daerah. Jadi, kalau kami di sini merencanakan pembangunan nasional, sebenarnya kita ini merencanakan pembangunan daerah,” ujar Rachmat.
Menurut dia, PPD 2026 tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga instrumen untuk mengevaluasi kualitas perencanaan dan kinerja pembangunan pemerintah daerah.
PPD tahun ini mengusung tema
“Perencanaan dan Kinerja Pelaksanaan Prioritas Nasional di Daerah”. Penilaian mencakup kualitas perencanaan, pencapaian kinerja pembangunan, serta inovasi yang dikembangkan pemerintah daerah.
Rachmat menekankan pentingnya perencanaan pembangunan dilakukan secara berjenjang dan terintegrasi, tidak berhenti pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Kita ingin pada waktu merencanakan pembangunan daerah, bukan hanya di provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, tapi juga kalau bisa sampai di desa,” katanya.
Selain tingkat kota, PPD 2026 juga memberikan penghargaan kepada daerah terbaik di tingkat provinsi dan kabupaten. Jawa Barat menjadi terbaik pertama tingkat provinsi, sedangkan Kabupaten Kendal menempati posisi pertama tingkat kabupaten.
Sementara itu, sejumlah penghargaan khusus diberikan kepada daerah yang menunjukkan kemajuan pembangunan sesuai karakteristik dan tantangan masing-masing.
Bagi Balikpapan, masuknya kota tersebut dalam lima besar PPD 2026 menjadi catatan atas kinerja pembangunan daerah sekaligus mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kesinambungan pembangunan.
Capaian tersebut juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam mendukung pembangunan kota yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
