Bangun Ekonomi Pesisir, Otorita IKN Kembangkan Desa Muara Sembilang sebagai Sentra Pangan dan Wisata
Gerbangkaltim.com, Kutai Kartanegara – Komitmen pemberdayaan masyarakat di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali ditegaskan melalui kunjungan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, ke kawasan tambak Desa Muara Sembilang, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (27/2/2026). Agenda tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi lokal berbasis potensi pesisir di wilayah delineasi IKN.
Desa Muara Sembilang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata sekaligus sentra produksi pangan berbasis perikanan tambak. Komoditas unggulan seperti bandeng, udang, kepiting, hingga rumput laut menjadi kekuatan utama yang berpotensi meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat setempat. Pengembangan ini juga sejalan dengan konsep Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) yang mendorong diversifikasi sektor ekonomi di kawasan ibu kota baru.
Basuki menegaskan, penguatan sektor pesisir tidak cukup hanya berhenti pada produksi bahan mentah. Menurutnya, transformasi menuju produk olahan bernilai tinggi menjadi kunci agar masyarakat dapat menikmati manfaat ekonomi yang lebih luas.
“Potensi tambaknya sangat baik. Bandengnya besar, hasil lautnya melimpah. Ke depan, ini harus didorong agar tidak hanya dijual mentah, tetapi bisa diolah menjadi produk turunan seperti bubuk protein untuk fortifikasi pangan maupun bahan baku industri kosmetik dan farmasi dari rumput laut,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Otorita IKN juga membuka ruang kolaborasi dengan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), termasuk mendorong pendampingan usaha dan peningkatan kapasitas pelaku budidaya.
Kunjungan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Pelaksana Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan setempat, Supratman, mengaku bangga atas perhatian yang diberikan pemerintah terhadap wilayahnya yang selama ini tergolong terpencil.
Selain meninjau kawasan tambak, Basuki turut bersilaturahmi dengan warga di Masjid Besar Darussalam dalam suasana Ramadan. Pendekatan ini menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak semata berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan sosial dan ekonomi masyarakat lokal.
Melalui strategi inklusif, Otorita IKN memastikan masyarakat pesisir menjadi pelaku utama dalam rantai pertumbuhan ekonomi Nusantara, sekaligus memperluas manfaat pembangunan secara berkelanjutan.
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
BACA JUGA
