PASER, Gerbangkaltim.com – PT Kideco Jaya Agung memberikan bantuan sebesar Rp3,9 Miliar untuk penangangan stunting pada Dinas Kesehatan Kabupaten Paser dalam program Cegah dan Tangani Stunting (Canting).

“Anggaran ini dikucurkan melalui Program Cegah dan Tangani Stunting (Canting) untuk penanganan stunting  pada Dinas Kesehatan Kabupaten Paser,” kata Assisten Manager Regional External Relation Kideco Isro Ayubi Rambe, Kamis (13/6).

Selain itu Kideco juga menyerahkan dana Rp 200 juta kepada Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) di Paser yaitu Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Paser.

Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat ini diluncurkan pada Rabu (12/6) di Kantor Kideco. Kegiatan peluncuran ini dihadiri Komisaris Utama PT Kideco Jaya Agung Azis Armand, Komisaris Kideco Letnan Jenderal TNI (Purn) Dodik Wijanarko, Presiden Direktur Kideco M. Kurnia Ariawan, dan Direktur Operasional Edra Emilza.

Komisaris Utama PT. Kideco Jaya Agung Azis Armand mengatakan stunting di Paser angkanya masih 22 persen. Sementara pemerintah pusat menargetkan stunting nasional hanya 14 persen.

“Ini jadi indikator penting program Canting kolaborasi Kideco dan Indika Foundation, harapannya kasus stunting di Paser bisa berkurang, sehingga perkembangan anak-anak di Paser bisa lebih baik lagi, dan dapat mencetak individu yang berkualitas,” kata Azis.

Presiden Direktur Kideco M. Kurnia Ariawan menyampaikan untuk mencegah stunting, yang pertama adalah masyarakat harus peduli terlebih dulu dengan apa itu stunting dan penyebabnya. Nutrisi harus diperhatikan sejak ibu hamil hingga anak lahir kemudian infrastruktur di Puskesmas juga harus diperhatikan.  Kideco menurutnya tidak bisa sendiri menangani ini, perlu peran komunitas di masyarakat.

“Kideco tidak akan berhenti melaksanakan program ini sampai tujuan nasional tercapai,” kata Kurnia.

Kepala DP2KBP3A Paser Amir Faisol memaparkan pada tahun 2022 data stunting di Kabupaten Paser masih 24,9 persen. Sementara pada 2023 turun menjadi 22,9 persen. Pada 2024 mendatang diharapkan bisa turun dan pada 2025 ditargetkan hanya 11,8 persen.

“Terima kasih, Kideco telah berkontribusi untuk pencegahan dan penanggulangan stunting di Paser,” kata Amir.

Amir juga menyerahkan penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim kepada Kideco yang telah menjadi Bapak Asuh penanganan stunting di Paser.

Share.
Leave A Reply