Basarnas Balikpapan Perluas Pencarian Petani Sawit Hilang di Marang Kayu, Area Disisir Capai 10 Kilometer
Gerbangkaltim.com, Kutai Kartanegara – Operasi pencarian terhadap seorang petani sawit yang dilaporkan hilang di kawasan perkebunan Desa Makarti, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, masih terus berlanjut. Tim dari Basarnas melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan mengintensifkan penyisiran hingga hari keempat operasi (H.4), Selasa (11/2/2026).
Korban diketahui bernama Steven Riadi (50), warga Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban terakhir terlihat pada Rabu, 28 Januari 2026 sekitar pukul 22.00 WITA. Saat itu, ia keluar dari pondok atau mess di area kebun sawit untuk berburu menggunakan senapan angin. Namun hingga beberapa hari kemudian, korban tidak kembali ke lokasi.
Keluarga sempat melakukan pencarian mandiri sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut secara resmi pada Minggu, 8 Februari 2026 pukul 06.40 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan langsung mengerahkan Tim Rescue dari Pos SAR Samarinda menuju lokasi kejadian.
Memasuki hari keempat operasi, Tim SAR Gabungan memulai kegiatan dengan briefing pada pukul 07.00 WITA, dilanjutkan penyisiran pukul 07.15 WITA. Area pencarian diperluas hingga radius 10 kilometer dari lokasi kejadian terakhir (LKP), dengan total cakupan sekitar 138 kilometer persegi. Untuk memaksimalkan efektivitas, zona pencarian dibagi menjadi dua sektor.
Operasi ini melibatkan unsur gabungan, antara lain Basarnas, BPBD Kutai Kartanegara, PMI Muara Badak, Disdamkar Marang Kayu, keluarga korban, serta masyarakat setempat. Sejumlah peralatan dikerahkan, termasuk kendaraan Rescue Car D-Max milik Basarnas, armada rescue BPBD dan PMI, perangkat komunikasi lapangan, perlengkapan medis, serta peralatan jungle rescue.
Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi berbagai kendala, seperti akses jalan perkebunan yang sulit dilalui kendaraan, keterbatasan sinyal komunikasi, serta kondisi cuaca hujan ringan yang mempengaruhi mobilitas tim di lapangan. Meski demikian, pencarian tetap dilakukan secara sistematis dan terkoordinasi.
Basarnas mengimbau masyarakat sekitar agar segera melapor kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda atau informasi yang berkaitan dengan keberadaan korban. Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian.
Sumber: Basarnas Balikpapan
BACA JUGA
