BMKG: Bibit Siklon 94W Berpotensi Picu Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di Kaltim

BMKG
Siklon tropis 94W terdeteksi di wilayah Samudra Pasifik barat, dekat Filipina, Kamis (5/2/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Kalimantan Timur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Peringatan ini menyusul terdeteksinya bibit siklon tropis 94W di wilayah Samudra Pasifik barat, dekat Filipina.

Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita, mengatakan sistem tekanan rendah tersebut berpeluang berkembang menjadi siklon tropis dan dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap wilayah Kalimantan Timur.

“Jika bibit siklon ini berkembang, sirkulasi angin di Kalimantan Timur berpotensi mengalami perlambatan dan belokan angin. Kondisi ini mendukung pembentukan awan hujan yang lebih intens,” kata Carolina, Rabu (5/2/2026).

BMKG mencatat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang dapat terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan. Sejumlah wilayah yang perlu mewaspadai kondisi tersebut antara lain Berau, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Paser, serta kawasan perkotaan seperti Samarinda, Bontang, dan Balikpapan.

Carolina menjelaskan, bibit siklon tropis umumnya memiliki siklus hidup sekitar tiga sampai lima hari. Sistem tersebut cenderung melemah ketika melintasi daratan, namun berpeluang menguat kembali saat berada di perairan terbuka.

Selain potensi hujan lebat, BMKG juga mengingatkan adanya peningkatan tinggi gelombang laut. Di perairan Kalimantan Timur, tinggi gelombang diperkirakan mencapai sekitar 1,25 meter, sementara di perairan terbuka dapat meningkat hingga 2 meter.

“Untuk saat ini belum terpantau adanya potensi banjir rob di wilayah pesisir Kalimantan Timur. Namun, kombinasi hujan lebat dan angin kencang tetap dapat memicu kenaikan gelombang secara tiba-tiba,” ujarnya.

BMKG menambahkan, secara klimatologis Kalimantan Timur masih berada dalam periode musim hujan pada Februari. Wilayah ini diperkirakan mulai memasuki masa transisi menuju musim kemarau pada April hingga Mei mendatang.

Terkait potensi angin puting beliung, Carolina menyebutkan risikonya masih tergolong rendah di wilayah daratan. Meski demikian, masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah perairan, diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat.

Tinggalkan Komentar