Buka Puasa “Dibayar Doa”, Ruang Berbagi yang Kian Diminati di Balikpapan

Bukber
Sejumlah masyarakat menerima kudapan takjil secara gratis atau hanya di bayar dengan doa, Minggu (22/2/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Menjelang azan Maghrib berkumandang, halaman sebuah ruko tak jauh dari kawasan Strat Mantau dipenuhi warga.

Ada pengemudi ojek daring yang masih mengenakan jaket hijau khas aplikator, ada pula tukang sapu, pekerja harian, hingga warga sekitar.

Mereka datang bukan sekadar untuk berbuka puasa, melainkan untuk merasakan hangatnya kebersamaan dalam kegiatan bertajuk “Buka Puasa Dibayar dengan Doa”.

Di meja-meja panjang, aneka takjil tersusun rapi: donat, tahu isi, bakwan, serta tiga butir kurma untuk setiap orang. Setelah Salat Maghrib, panitia kembali menghidangkan makanan berat, bahkan kambing guling. Semuanya dapat dinikmati secara cuma-cuma.

Ketua panitia, Gianto, mengatakan kegiatan ini telah memasuki tahun kelima penyelenggaraan. Awalnya, kegiatan tersebut ditujukan bagi pengemudi ojek daring yang terdampak kondisi ekonomi pascapandemi Covid-19. Namun, seiring waktu, cakupannya meluas.

“Ini untuk semua masyarakat, dan semua gratis. Cukup dibayar dengan doa,” ujar Gianto, Minggu (22/2/2026).

Ia menuturkan, antusiasme warga terus meningkat setiap tahun. Pada Ramadan kali ini, panitia menargetkan 700 hingga 800 porsi makanan dibagikan setiap hari.

“Alhamdulillah hingga saat ini semakin ramai. Dulu memang kami fokus untuk teman-teman ojek daring di masa pemulihan ekonomi. Sekarang terbuka untuk siapa saja yang membutuhkan,” katanya.

Kegiatan ini merupakan inisiatif Komunitas Arus (Kom Arus) yang mendapat dukungan dari HDCI Balikpapan, Piwan Chapter Mulawarman, serta sejumlah komunitas dan relawan lainnya. Mereka bergotong royong menyiapkan hidangan sejak siang hingga waktu berbuka tiba.

Bagi Gianto dan para relawan, Ramadan adalah momentum memperkuat solidaritas sosial. Ia berharap gerakan sederhana ini dapat menginspirasi komunitas lain untuk melakukan hal serupa.

“Semoga menjadi berkah untuk kita semua dan bisa memotivasi teman-teman lain, khususnya di Balikpapan, agar dapat mengadakan kegiatan serupa. Ini momen luar biasa, bulan suci Ramadan adalah waktunya kita panen kebaikan,” ucapnya.

Di tengah hiruk-pikuk kota, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa berbagi tak selalu tentang besar kecilnya pemberian. Terkadang, cukup dengan doa yang tulus, kebersamaan dapat terajut dan harapan pun kembali tumbuh.

Tinggalkan Komentar