Pemkot
Ketua Dekranasda Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Wisata Bahari, Kapal Mahligai Phinisi pada sejumlah influencer dan selebgram Kota Balikpapan, beberapa waktu lalu.

Dekranasda Balikpapan Simulai Destinasi Pulau Gusung Gunakan Kapal Mahligai Phinisi

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Ketua Dekranasda Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, bersama Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DPOP) Ratih Kusuma dan Plt Kepala Dinas Koperasi UMKMM dan Perindustrian (KUMKMP) Rosdiana memperkenalkan Wisata Bahari, Kapal Mahligai Phinisi pada sejumlah influencer dan selebgram Kota Balikpapan, beberapa waktu lalu.

Dalam kegiatan ini juga sekaligus dilakukan simulasi perjalanan Dermaga Somber-Pulau Gusung, Penajam Paser Utara menggunakan Kapal Mahligai Phinisi. Uji coba destinasi baru ini adalah gagasan dari Ketua Dekranasda Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud.

Untuk diketahui, kapal asal Labuan Bajo ini telah ditetapkan sebagai salah satu pilihan wisata di Kota Balikpapan yang dilaunching Oktober lalu. Tiap harinya kapal sandar tak jauh dari Pelabuhan Somber, Balikpapan Utara. Trip dibuka dua kali tiap hari, pagi pada pukul 08.00 Wita dan sore pukul 16.00 Wita. Trip ini adalah susur Teluk Balikpapan yang memakan waktu sekitar tiga jam.

Kepala DPOP Ratih Kusuma menuturkan, pihaknya merasakan dampak baik dari adanya wisata bahari ini. Pihaknya juga terus melakukan kajian hingga menunjukkan hasil bahwa Balikpapan memang layak dalam pengembangan wisata bahari ini.

“Jadi perlu diperhatikan, bahwa dalam pengembangan wisata bahari ada lima hal. Pertama kaitannya dengan atraksi, jadi apa yang bisa kita berikan. Destinasi dan daya tarik. Seperti mangrove yang kita lihat selama perjalanan,” ujarnya, Jumat (25/11/2022).

Karena di Balikpapan juga memiliki habitat langka seperti bekantan, pesut, dan lainnya. Jika beruntung, satwa-satwa ini bisa ditemui sepanjang perjalanan susur Teluk Balikpapan.

Kedua yang tak kalah penting adalah amanetas atau fasilitas. Bukan hanya tersedianya berbagai fasilitas termasuk toilet dan tempat untuk berkumpul, tapi juga fasilitas keselamatan yang tak kalah penting.

Ratih melanjutkan, yang ketiga adalah aksesibilitas. Bagaimana pengunjung saat masuk ke wisata ini. Dan menurut dia, semua telah di siapkan.

“Lalu akomodasi. Wisatawan juga dapat menginap karena tersedia kamar. Jadi nyaman,” paparnya.

Hal-hal ini yang penting diperhatikan dalam pengembangan wisata. Namun yang tak kalah penting adalah sapta pesona.

“Aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan. Tujuh hal ini harus ada dalam pariwisata,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan harapannya agar semua pihak ikut mendukung pengembangan wisata bahari.

“Apalagi kita adalah beranda Ibu Kota Negara Nusantara. Sehingga banyak event digelar di Balikpapan, baik tingkat provinsi maupun nasional. Bahkan dunia,” ungkapnya.

Ia pun menginformasikan bahwa tahun mendatang akan ada kegiatan tingkat internasional di bidang Pemuda yang akan melibatkan Kota Balikpapan. 50 negara akan ada konferensi pemuda Islam di Kalimantan Timur.

“Balikpapan ditunjuk sebagai salah satu penyelenggaranya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga sekaligus melakukan simulasi berlayar ke Pulau Gusung di Penajam Paser Utara. Pulau gusung adalah pulau pasir yang saat air laut surut akan terlihat indah dan berwana putih.

Selain susur Teluk Balikpapan, Ketua Dekranasda, Nurlena Rahmad Mas’ud juga ingin melakukan uji coba menuju destinasi Pulau Gusung.

“Kami melakukan simulasi. Bagaimana jika menuju pulau tersebut. Apakah menggunakan sekoci, jadi kapal menunggu di tengah. Juga kami coba menggunakan jetski,” pungkasnya.

Untuk informasi, perjalanan Pulau Gusung pulang-pergi dari dermaga Somber memakan waktu enam jam.

“Maka dari itu saya bersama Kepala DPOP dan Kepala Dinas KUMKMP ingin melihat dulu. Lalu saya meminta masukan untuk wisata ini,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *