Dewan Nilai Pembangunan RS di Baltim Penting Dilakukan

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Balikpapan menggelar rapat gabungan bersama beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Salah satunya dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan, dimana didalam rapat tersebut Dinkes mengusulkan penambahan pagu anggaran pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu di Balikpapan Barat, dan usulan tersebut tertuang dalam surat bernomor 9130316.

Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle mengatakan, seluruh anggaran yang dialokasikan untuk proyek yang akan dibangun menggunakan skema tahun jamak sebesar Rp148 miliar.

Dan berdasarkan hasil uji kelayakan, katanya, anggaran yang dialokasikan bertambah menjadi Rp162 miliar. Dimana yang terbaru, Dinkes Kota Balikpapan melalui Pj Sekretaris Daerah Balikpapan Muhaimin, mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp29 miliar. Sehingga total menjadi Rp191 miliar.

“Terlalu cepat menentukan penambahan anggaran ini,” ungkapnya, Senin (16/5/2022).

Sabarudin menambahkan, berdasarkan aturan perlu adanya pemaparan yang jelas dan konkrit dari segi urgensinya. Pasalnya, berdasarkan tingkat kebutuhan paling mendesak, pembangunan rumah sakit paling tepat di Balikpapan Timur.

“Wilayah Barat dekat dengan RS Pertamina, Utara ada RSUD dr Kanudjoso Djatiwibowo, Tengah dan Kota ada RS Beriman. Sementara Timur belum ada rumah sakit,”paparnya.

Karenanya, menurut Sabarudin, perlu adanya kajian ulang yang mendalam terhadap rencana pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu di Balikpapan Barat.

Disamping itu, ungkapnya, yang tidak kalah penting untuk diperhatikan yakni dukungan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal). Agar terjadi masalah yang tidak diinginkan, kemudian hari.
“Kami trauma, seperti kasus Stadion Batakan. Meninggalkan persoalan di tengah masyarakat. Karena lahan warga belum diganti rugi,” tegasnya.

Namun secara umum, sambungnya, khususnya Fraksi Gerindra mengapresiasi dan menyambut baik usulan penambahan anggaran tersebut. Namun di sisi lain Fraksi Gerindra menganggap usulan ini prematur.

“Sehingga, perlu penundaan sementara waktu,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: