Haris
H Haris

Dewan Soroti Kelangkan Minyak Goreng

image_pdfimage_print

Balikpapan, Gerbangkaltim.com, – Kenaikan harga minyak goreng diikuti sulitnya masyarakat mendapatkan harga bersubsidi dikeluhkan sejumlah masyarakat. Tidak sedikit warga rela mengantre untuk mendapatkan pasokan minyak goreng berharga murah yang kerap disediakan toko modern baik di dalam maupun di luar mal. Didapatkan dengan cara antre karena pasokan minyak goreng murah sesuai harga eceran tertinggi (HET) tersedia dalam jumlah terbatas.

Terkait itu, anggota DPRD Balikpapan dari Fraksi PDIP H Haris menaruh harap Pemerintah Kota Balikpapan turun ke lapangan untuk mengetahui secara pasti kondisi sesungguhnya.

“Karena permasalahan minyak goreng ini sudah hampir sepekan dikeluhkan warga. Kami siap turun ke lapangan, tinggal menunggu intruksi dari Ketua DPRD, mengingat pembentukan AKD (alat kelengkapan dewan, Red) belum rampung,” jelasnya ditemui di gedung DPRD, Senin (31/1/2022).

Lebih lanjut dia memandang, turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan, untuk memastikan tidak ada penimbunan minyak goreng yang disisipi oleh aksi para spekulan. Terlebih satu bulan dari sekarang, Ramadan akan dijelang.

“Informasi yang kami terima, minyak goreng yang harganya mahal karena tidak dapat subsidi tapi stoknya ada. Yang saat ini langka minyak goreng bersubsidi,” celetuknya. Karenanya, lanjut Haris, Pemerintah Kota Balikpapan juga dianggap perlu mengambil kebijakan menyikapi terbatasnya pasokan minyak goreng sesuai HET.

Selanjutnya ia menduga, hal lain yang membuat pasokan minyak goreng murah sulit didapat yakni distribusi pasokan hanya dapat dilakukan dalam waktu tertentu. Seperti diketahui, wali kota menerbitkan surat edaran yang mengatur jam edar kendaraan roda 10 ke atas. Yakni mulai pukul 22.00-05.00 Wita. Kebijakan imbas tragedi maut di Rapak yang menewaskan empat orang terjadi 21 Januari 2022 lalu.

“Ada juga masukan dari pengusaha kontainer, tentang aturan jam operasional kendaraan dengan muatan berat. Akibatnya distribusi barang terhambat dari pelabuhan dan pergudangan. Semoga persoalan ini segera teratasi,” tutupnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *