Di Tengah Perkembangan IKN, Bagus Susetyo Dorong Keberagaman Jadi Kekuatan Balikpapan
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) ikut mendorong meningkatnya mobilitas dan interaksi masyarakat di Kota Balikpapan.
Kondisi tersebut dinilai perlu diiringi dengan penguatan pembauran kebangsaan agar keberagaman tetap menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan dan kondusivitas daerah.
Wakil Wali Kota Balikpapan Dr Ir H Bagus Susetyo, MM., mengatakan, keberagaman suku, ras, etnis, dan budaya merupakan bagian dari identitas Kota Balikpapan yang sejak lama dihuni masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Bagus, keberagaman yang ditampilkan melalui pakaian adat dalam kegiatan tersebut bukan sekadar simbol budaya. Keberagaman itu, kata dia, menggambarkan kehidupan masyarakat Balikpapan yang mampu hidup berdampingan di tengah perbedaan.
“Pertemuan hari ini memiliki makna yang sangat mendalam dan strategis. Kehadiran kita dengan beragam pakaian adat daerah tidak hanya menjadi simbol keindahan visual, tetapi mencerminkan jati diri Kota Balikpapan yang sesungguhnya,” kata Bagus, Senin (21/9/2026).
Bagus menyebut posisi Balikpapan sebagai salah satu daerah penyangga utama IKN sekaligus pintu gerbang menuju Nusantara membuat interaksi masyarakat dengan latar belakang berbeda semakin intensif.
Karena itu, komunikasi dan hubungan sosial antarmasyarakat perlu terus diperkuat.
Menurutnya, keberagaman harus dikelola sebagai modal sosial untuk mendukung pembangunan, bukan menjadi pemicu gesekan.
Dalam upaya tersebut, Bagus menilai Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) memiliki peran penting sebagai ruang perjumpaan berbagai kelompok masyarakat.
“FPK harus mampu menjadi jembatan yang merekatkan hubungan antarsuku, ras, dan etnis, guna meminimalkan potensi gesekan serta menjaga kondusivitas kota yang selama ini telah terjaga dengan sangat baik,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan bimbingan teknis tidak berhenti pada peningkatan wawasan para pengurus FPK. Pengetahuan yang diperoleh, lanjut Bagus, harus diterjemahkan menjadi program dan kegiatan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pembauran kebangsaan, menurut dia, dapat dibangun melalui ruang-ruang perjumpaan, komunikasi terbuka, serta sikap saling menghormati di tengah masyarakat.
“Semangat pembauran kebangsaan tidak hanya berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian masyarakat Balikpapan,” katanya.
Bagus juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan perbedaan sebagai kekuatan bersama, terlebih Balikpapan kini berada dalam dinamika pembangunan kawasan IKN.
“Keberagaman di Balikpapan bukanlah sumber perpecahan, melainkan kekayaan dan kekuatan utama untuk mendukung pembangunan daerah dan nasional,” ucapnya.
Kegiatan Silaturahmi Kebangsaan dan Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas Pembauran Kebangsaan Kota Balikpapan Tahun 2026 tersebut kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Balikpapan. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
