Didorong Hilirisasi, Produk UMKM Perkebunan Kaltim Mulai Tembus Ritel Modern
Gerbangkaltim.com, Samarinda — Upaya memperkuat hilirisasi sektor perkebunan di Kalimantan Timur terus menunjukkan hasil positif. Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) kini memfasilitasi puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan agar produk olahan petani lokal mampu bersaing di pasar ritel modern. Melalui gerai resmi bertajuk Toko Kebun, berbagai komoditas perkebunan yang telah diolah menjadi produk siap jual mulai mendapatkan tempat di jaringan pemasaran yang lebih luas.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Kaltim, Taufiq Kurrahman, mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat sekitar 30 pelaku usaha binaan yang secara rutin memasarkan produknya melalui Toko Kebun. Dari jumlah tersebut, tercatat hampir 60 varian produk olahan yang berasal dari komoditas unggulan daerah. “Fokus kami adalah mendorong petani tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk bernilai tambah agar pendapatan mereka meningkat,” ujarnya, Jumat (30/01/2026).
Seluruh produk yang dipasarkan dipastikan telah memenuhi standar kelayakan edar, mulai dari kepemilikan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) hingga sertifikasi halal. Persyaratan ini menjadi langkah strategis agar produk lokal dapat bersaing secara sehat dan dipercaya konsumen, khususnya di pasar ritel modern yang menuntut standar kualitas tinggi.
Untuk memperluas akses pasar, Disbun Kaltim juga aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta lembaga non-pemerintah. Sinergi tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam pameran, promosi terpadu, hingga penguatan jejaring distribusi.
Analis Kebijakan Disbun Kaltim, Marinda Asih Ramadhaniah, menambahkan bahwa saat ini strategi pemasaran difokuskan pada penguatan pasar domestik Kalimantan Timur. Langkah ini dinilai efektif untuk menghadapi tantangan perbedaan harga dengan produk sejenis dari luar daerah. “Produk lokal sering kali kalah murah dibandingkan produk dari luar, sehingga penguatan pasar regional menjadi solusi realistis,” jelasnya.
Sejumlah komoditas unggulan seperti Kopi Linggang asal Kutai Barat dan gula aren dari Penajam Paser Utara (PPU) bahkan telah berhasil menembus jaringan ritel modern, di antaranya Auto Swalayan, Planet Swalayan, dan Yugo Market. Guna memudahkan petani yang berada jauh dari pusat kota, Disbun Kaltim menerapkan sistem konsinyasi serta memberikan label khusus “Toko Kebun” pada setiap kemasan sebagai jaminan mutu dan perlindungan konsumen.
Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur
BACA JUGA
