Pemkot
Musyawarah Cabang (Muscab) Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Kota Balikpapan yang digelar di Aula Rumah jabatan Wali Kota, Selasa (15/11/2022).

Disporapar Minta Pengusaha Jasa Boga Bisa Lahirkan Program Strategis

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan agar Jasaboga Indonesia (PPJI) Kota Balikpapan bisa melahirkan program-program strategis yang mendukung industry jasa boga.

Hal ini terungkap dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Kota Balikpapan yang digelar di Aula Rumah jabatan Wali Kota, Selasa (15/11/2022).

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma mengatakan, Pemkot Balikpapan berharap melalui muscab akan lahir program-program strategis yang mendukung industri jasa boga.

“Pemkot Balikpapan mengapresias pelaksanaan muscab ini,”

Dikatakan Ratih, kegiatan ini juga diharapakan dapat menjadi wadah silaturahmi sekaligus untuk mengoptimalkan peran para pelaku industri jasa boga dalam kemajuan UMKM.

“Melalui muscab ini mari kita lahirkan program-orgram yang strategis demi eksistensi PPJI Kota Balikpapan,” paparnya.

Pemkot Balikpapan melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan mengimbau agar para pelaku industri jasa boga tidak tidak hanya mengutamakan harga yang murah, tapi juga berkualitas dan professional dalam penyajiannya.

“Diharapkan nantinyapara pengguna jasa harus bersma-sama berkomitmen untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan bergizi baik untuk masyarakat,” pintanya.

Ratih menambahkan, industri jasa boga memiliki peran yang penting dalam kemajuan atau mendukung UMKM khususnya di Kota Balikpapan. Apalagi seiring dengan kebutuhanan makanan dalam jumlah yang besar.

“Menjamurnya usaha jasa boga terjadi karena kebutuhan akan makanan dalam jumlah yang banyak dengan adanya jasa boga akan memudahkan kita dalam memilih menu makanan. Sehingga kita tidak direpotkan menghabiskan waktu terlalu lama untuk mempersiapkan makanan yang akan kita sajikan,” ungkapnya.

Ratih juga mengatakan, industri makanan dan minuman perlu melakukan kolaborasi untuk mengantisipasi kondisi yang penuh dengan ketidakpastian seperti sekarang, sebab kolaborasi bisa dilakukan dengan sesama pebisnis makanan dan minuman untuk menarik target pasar yang lebih besar lagi.

“Pebisnis diharapkan dapat berinovasi baik dari segi pengembangan produk, marketing channel ataupun branding sehingga menjadikan bisnis makanan dan minuman kita lebih sustainable dalam masa mendatang,” paparnya.

Dikatakannya, APJI hadir di tengah pebisnis makanan dan minuman bukan hanya untuk mengedukasi tapi juga menciptakan support system sehingga semua pebisnis makanan dan minuman dapat bebas berkreasi dan berkolaborasi diantara sesama anggota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *