DPRD Balikpapan Dorong Kajian Program Atap Genteng, Dinilai Berpotensi Gerakkan UMKM Lokal

DPRD Kota Balikpapan
Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mendorong pemerintah kota untuk mengkaji secara komprehensif rencana penerapan program penggunaan atap genteng sebagai pengganti atap seng. Program yang kerap disebut sebagai gentengnisasi tersebut dinilai memiliki potensi memberikan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan bagi masyarakat.

Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, mengatakan bahwa wacana tersebut menarik untuk dibahas lebih lanjut, terutama jika dikaitkan dengan efisiensi anggaran dan dampak jangka panjang bagi warga. Menurut dia, setiap kebijakan pembangunan perumahan harus mempertimbangkan keseimbangan antara biaya, kualitas, dan keberlanjutan.

“Kami melihat idenya cukup menarik, tetapi tetap perlu kajian mendalam. Harus dibandingkan secara objektif, apakah genteng memang lebih efisien dari sisi harga dan lebih baik dari segi kualitas dibandingkan seng,” kata Alwi, Senin (9/2/2026).

Alwi menekankan bahwa aspek pembiayaan menjadi faktor krusial dalam menentukan kelayakan program tersebut. Ia menilai, apabila penggunaan genteng terbukti lebih ekonomis dan memiliki daya tahan lebih baik, maka kebijakan tersebut layak mendapat dukungan legislatif.

“Kalau nanti hasil kajian menunjukkan genteng lebih murah, lebih awet, dan lebih ramah lingkungan, tentu DPRD akan mendukung penuh. Yang penting masyarakat tidak dirugikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Alwi menyebutkan bahwa DPRD juga akan mencermati latar belakang kebijakan tersebut. Apabila program gentengnisasi merupakan bagian dari kebijakan nasional, maka pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk menyesuaikan dan menyiapkan skema pelaksanaannya di tingkat kota.

“Kalau ini program dari pemerintah pusat, tentu daerah harus siap menjalankan. Namun tetap perlu penyesuaian dengan kondisi Balikpapan,” kata dia.

Selain aspek teknis dan anggaran, Alwi menilai program tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Ia menyebut keberadaan pelaku usaha genteng berbahan tanah liat di Balikpapan dapat menjadi kekuatan tersendiri apabila permintaan meningkat.

“Di Balikpapan ada UMKM yang memproduksi genteng dari tanah liat. Kalau program ini berjalan, kebutuhan genteng pasti meningkat dan itu bisa membuka lapangan kerja baru,” tutur Alwi.

Menurutnya, jika diterapkan secara bertahap dan terencana, program penggunaan atap genteng tidak hanya meningkatkan kualitas hunian, tetapi juga memperkuat perputaran ekonomi masyarakat lokal.

“Kalau ke depan semakin banyak rumah menggunakan genteng, ini bisa menjadi peluang besar bagi usaha kecil dan menengah di Balikpapan,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar