Ekonom Kaltim Dorong Pemerintah Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Para akademisi dan pakar ekonomi di Kalimantan Timur mendorong pemerintah untuk mempercepat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional. Mereka menilai, energi nuklir menawarkan efisiensi jangka panjang dan manfaat ekonomi yang luas.
Ekonom Universitas Mulawarman, Purwadi Purwoharsojo mengatakan, energi nuklir merupakan sumber energi bersih dan relatif murah jika dibandingkan dengan energi fosil.
Menurutnya, teknologi nuklir saat ini sudah berkembang hingga generasi keempat yang lebih aman terhadap gempa dan bencana alam.
“Dari segi ekonomi dan teknologi, nuklir sangat layak dipertimbangkan. Memang ada risiko, terutama terkait bencana alam, tetapi teknologi terbaru telah dirancang untuk meminimalkan risiko tersebut,” ujar Purwadi saat diskusi bertajuk Swasembada Energi di Era Prabowo di Balikpapan, Selasa (3/2/2026).
Selain sebagai sumber listrik, Purwadi menekankan manfaat turunan nuklir di sektor kesehatan, pertanian, dan pangan. Contohnya, teknologi nuklir dapat digunakan dalam kedokteran untuk penanganan penyakit jantung tanpa operasi, pengawetan makanan hingga satu tahun, serta peningkatan produktivitas pertanian.
“Tanaman yang biasanya panen dua kali setahun bisa meningkat menjadi enam kali setahun dengan teknologi nuklir. Ini menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan,” ujar dia.
Senada, Andi Jumardi, pakar energi dari Sekolah Tinggi Teknologi Minyak dan Gas Bumi (STT Migas) Balikpapan, menilai Indonesia memiliki sumber daya manusia yang cukup kompeten untuk mengembangkan energi nuklir.
Menurutnya, industri nuklir modern saat ini sudah jauh lebih aman dan minim dampak negatif dibandingkan generasi sebelumnya.
“Kita memiliki cadangan uranium di Kalimantan Barat dan SDM yang mumpuni. Insiden Fukushima adalah kasus luar biasa akibat bencana alam, bukan karena kelemahan teknologi. Dengan teknologi terkini, kita bisa mengantisipasi risiko serupa,” kata Andi.
Namun, pakar kebijakan publik Universitas Mulawarman, Saipul, mengingatkan, pengembangan PLTN harus dilakukan secara proporsional dan tidak dipaksakan secara nasional. Menurutnya, setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda sehingga strategi energi harus disesuaikan.
“Nuklir bisa menjadi tabungan energi untuk generasi mendatang. Ketika sumber daya fosil menipis, energi nuklir bisa menjadi alternatif. Tapi persiapannya harus matang, baik dari sisi infrastruktur maupun SDM, agar risiko dapat diminimalkan,” ujar Saipul.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, para pakar sepakat bahwa energi nuklir tetap menjadi salah satu opsi strategis untuk mendukung ketahanan energi Indonesia di masa depan, terutama bagi wilayah dengan kebutuhan energi besar seperti Kalimantan.
BACA JUGA
