Film Horor Psikologis Kafir: Gerbang Sukma Tawarkan Teror Tanpa Hantu

Filem
Dua pemeran utama, Nadya Arina dan Asha Assuncao, hadir langsung menyapa penonton yang memenuhi studio XXI Mal EWalk, Balikpapan usai menonton tayang perdana Filem Kafir : Gerbang Sukma, Selasa (27/1/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Mengawali tahun 2026, rumah produksi Starvision kembali menghadirkan lanjutan film horor Kafir lewat judul terbaru Kafir: Gerbang Sukma. Berbeda dari kebanyakan film horor Indonesia, film ini tidak mengandalkan kemunculan hantu, melainkan menitikberatkan teror pada tekanan psikologis dan luka batin yang belum usai.

Film Kafir: Gerbang Sukma berlatar delapan tahun setelah peristiwa dalam Kafir: Bersekutu dengan Setan (2018). Konflik lama yang tertanam dalam relasi keluarga kembali mencuat, membuka lapisan demi lapisan dendam dan trauma masa lalu yang perlahan berkembang menjadi teror emosional.

Penayangan perdana film ini digelar di XXI Mal EWalk, Balikpapan, Selasa (27/1/2026).

Dua pemeran utama, Nadya Arina dan Asha Assuncao, hadir langsung menyapa penonton yang memenuhi studio. Kehadiran para pemain disambut antusias, menandai tingginya rasa penasaran publik terhadap kelanjutan kisah Kafir.

Salah satu sorotan utama film ini adalah kembalinya Nadya Arina sebagai Dina, karakter yang telah ia perankan delapan tahun lalu. Bagi Nadya, menghidupkan kembali karakter yang sama dalam rentang waktu cerita yang jauh berbeda menghadirkan tantangan tersendiri.

“Tantangannya gimana caranya membawa karakter Dina kembali lagi melihat delapan tahun seperti apa di Kafir: Bersekutu dengan Setan. Lalu kita berjalan dengan karakter kita masing-masing setelah delapan tahun setelahnya. Itu yang jadi sesuatu menarik buat aku,” ujar

Tak hanya soal pendalaman karakter, proses produksi juga menuntut ketahanan fisik dan mental para pemain. Syuting berlangsung lebih dari satu bulan dengan kondisi alam yang cukup ekstrem.

“Medan kita cukup berat dengan syuting cukup lama, panas dingin. Di Jember panas banget, hujan juga, tapi di Bromo dingin banget,” kata

Nadya. Meski demikian, ia merasa seluruh perjuangan tersebut sebanding dengan hasil yang didapatkan.

“Untungnya semua itu menurut aku sangat terbayar,” tambahnya.

Delapan tahun berselang sejak film pertama, Nadya juga merasakan perubahan besar dalam dirinya sebagai aktris. Ia mengaku kini lebih matang dan nyaman menjalani proses syuting.

“Delapan tahun berlalu, dulu aku masih kecil. Tadinya aku sempat grogi pas ketemu lagi, tapi ternyata masih sama kayak dulu,” ujar perempuan berusia 28 tahun itu.

Sementara itu, Asha Assuncao mengungkapkan bahwa karakternya justru sangat bertolak belakang dengan kepribadian aslinya.

“Rani itu gadis desa yang polos dan pendiam, sangat bertolak belakang dengan kepribadian saya yang cukup heboh. Tantangannya adalah menjaga karakter tetap konsisten selama syuting,” kata Asha.

Proses pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi di Jawa Timur, antara lain Banyuwangi, Jember, dan kawasan Bromo. Lokasi-lokasi tersebut turut memperkuat atmosfer sunyi dan mencekam yang menjadi ciri utama film ini.

Para pemain menilai respons penonton saat pemutaran perdana di Balikpapan sangat positif. Penonton terlihat fokus dan terlibat secara emosional sepanjang film berlangsung.

Film Kafir: Gerbang Sukma dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 29 Januari 2026.

Tinggalkan Komentar