Pemkot
Pemkot Balikpapan melalui dinas kesehatan kota Balikpapan terus menggencarkan program vaksinasi IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) Test dan Papsmear untuk di lingkup kerjanya. Sabtu (5/11/2022).

Gencarkan Pemeriksaan Papsmaer, 3000 Warga Dapat Jalani Test Standar Kesehatan Gratis

image_pdfimage_print

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemkot Balikpapan melalui dinas kesehatan kota Balikpapan terus menggencarkan program vaksinasi IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) Test dan Papsmear untuk di lingkup kerjanya. Dengan melakukan pemeriksaan tes sandar Kesehatan kepada 3.000 warga di Puskesmas Klandasan Ilir.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, program ini merupakan bagian dari program yang diusulkan oleh Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes). Dimana direncanakan, tahun 2023 akan diselenggarakan secara serentak oleh Kemenkes RI di seluruh kelurahan yang ada di Kota Balikpapan dan seluruh Indonesia. Dan untuk itu, Pemkot Balikpapan mengambil langkah untuk melakukan sosialisasi terkait hal ini.

“Jadi deteksi dini ini untuk pencegahan kanker leher rahim (serviks) dengan IVA test dan pendeteksi kanker payudara, serentak di seluruh kelurahan di Kota Balikpapan dilaksanakan juga deteksi dini untuk pencegahan penyakit tidak menular,” ujarnya, Sabtu (5/11/2022).

Program vaksinasi IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) Test dan Papsmear ini merupakan rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional Tahun 2022 yang akan diperingati pada tanggal 12 November mendatang.

Dio sapaan akrabnya mengatakan, Dinkes akan meluncurkan program pemberian vaksinasi anti kanker leher rahim pada remaja pekan depan bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, untuk mewujudkan komitmen Pemkot Balikpapan memerangi hal yang sama oleh Kemenkes RI.

Adapun, untuk tahap awal ini Pemkot Balikpapan mengucurkan dana anggaran sejumlah Rp 350 juta untuk pengadaan pertama vaksin yang dialokasikan dalam APBD setempat.

“Karena memang Rp 1 jutaan biayanya kalau vaksin sendiri, tidak seberapa dibanding jika anak-anak remaja kita ini sakit terkena kanker leher rahim,” akunya.
“Mari kita cegah. Kita coba mencari yang berisiko tinggi, inilah yang akan kita dahulukan,” ucapnya.

Dinkes Balikpapan, lanjutnya, telah mengusulkan program agar program ini disinergikan dengan program Kemenkes yang akan dilaksanakan tahun mendatang.
“Cepat dideteksi, cepat juga ditindaklanjuti, cepat diobati, mencegah sampai stadium yang lebih berat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Dinkes juga melakukan tes terhadap standar kesehatan warga Balikpapan pada hari ini di Puskesmas Klandasan Ilir dengan mencakup 3.000 warga, antara lain pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat dan kolesterol gratis.

Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut dinilai penting karena setelah pandemi yang terjadi, nantinya akan muncul kembali penyakit-penyakit yang berupa hipertensi, diabetes, kanker dan sebagainya.

Karena, memang selama beberapa tahun terakhir pemerintah setempat memfokuskan penanganan pada pandemi Covid-19.

“Sehingga, sekarang munculnya sudah dalam kondisi berat,” ungkap wanita yang akrab disapa Dio ini kepada awak media. Karena itu, pemerintah segera bersikap pada hari kesehatan nasional ini untuk melakukan sebanyak-banyaknya deteksi dini,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *