Hadapi Kabut Asap, KPB Salurkan 35.000 Masker dan 10 Nebulizer ke Warga Balikpapan

Pertamina
PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) menyalurkan bantuan kesehatan untuk mendukung penanganan dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jum'at (23/10/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) menyalurkan bantuan kesehatan untuk mendukung penanganan dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Bantuan tersebut berupa 700 box masker tiga lapis atau setara 35.000 lembar masker serta 10 unit nebulizer yang diserahkan KPB kepada Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Jumat (23/10/2026).

Bantuan diserahkan VP Legal & Relation KPB Asep Sulaeman kepada Kepala DKK Balikpapan Alwiati.

Penyerahan turut dihadiri Pjs VP HSSE KPB Rakhmat Ibnas, Pjs Manager CommSR Haris Yanuanza, Head of Medical KPB dr. Rosman, serta jajaran DKK Balikpapan.

Dukungan tersebut diberikan di tengah meningkatnya keluhan gangguan pernapasan warga akibat kabut asap. DKK Balikpapan mencatat lebih dari 3.100 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak awal Oktober 2026.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan mencatat 127 kejadian kebakaran lahan sepanjang 2026.

Kondisi kabut asap juga berdampak pada aktivitas pendidikan. Sejumlah sekolah melakukan penyesuaian jam belajar, sementara Pemerintah Kota Balikpapan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk mengurangi paparan asap terhadap peserta didik.

VP Legal & Relation KPB Asep Sulaeman mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi masyarakat Balikpapan.

“Kabut asap ini dirasakan langsung oleh seluruh warga Balikpapan. Sebagai bagian dari kota ini, KPB ingin hadir mendukung layanan kesehatan yang telah disiapkan pemerintah kota,” kata Asep.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadapi dampak kabut asap.

“Kami berharap bantuan ini bermanfaat bagi warga dan mendorong lebih banyak pihak untuk ikut terlibat,” ujarnya.

Sementara itu, DKK Balikpapan terus memperkuat layanan kesehatan bagi warga yang mengalami keluhan pernapasan. Salah satunya melalui penyediaan rumah oksigen di sejumlah puskesmas.

Kepala DKK Balikpapan Alwiati mengatakan terdapat tujuh puskesmas yang dijadikan sentral layanan rumah oksigen.

“Ada tujuh titik seperti Karang Joang, Baru Ulu, Klandasan Ilir, Manggar Baru, Mekar Sari, Sepinggan dan Kariangau yang kita jadikan sentral rumah oksigen,” kata Alwiati.

Menurut Alwiati, kesiapan layanan tersebut didukung pengalaman pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19, baik dari sisi fasilitas maupun tenaga kesehatan.

Dengan dukungan tersebut, pemerintah daerah dapat mengoptimalkan fasilitas yang telah tersedia untuk menghadapi peningkatan keluhan kesehatan akibat kondisi udara.

Alwiati juga menyebut dukungan dari pihak swasta menjadi bagian penting dalam memperkuat penanganan di lapangan.

“Gayung bersambut, kolaborasi di Balikpapan ini berjalan sangat baik,” ujarnya.

Di tengah kondisi udara yang masih dipengaruhi kabut asap, DKK Balikpapan mengimbau masyarakat meningkatkan perlindungan diri, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Alwiati meminta warga tetap menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel dan asap yang dapat mengganggu saluran pernapasan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah bersama untuk menekan risiko gangguan kesehatan sekaligus memastikan layanan kesehatan tetap siap menangani warga selama kondisi kabut asap berlangsung.

Tinggalkan Komentar