Inflasi Kota Balikpapan Masih Terjaga, Harga Komoditas Masih Terkendali Jelang Lebaran 2022

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemerintah Kota Balikpapan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah menggelar rapat koordinasi High Level Meeting di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Upaya ini dilakukan untuk mengendalikan stabilitas harga dan pasokan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Rapat TPID dipimpin Asisten II Bagian Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo yang dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Stokholder terkait.

“Semua stake holder terkait selama ini cukup efektif dan berkontribusi pada terkendalinya tingkat inflasi di Kota Balikpapan,” ujarnya, Kamis (21/4/2022).

Perkembangan pengendalian inflasi daerah Kota Balikpapan pada bulan Maret Tahun 2022, mengalami inflasi sebesar 1 persen. Dan jika dibandingkan dengan bulan Februari 2022, maka mengalami deflasi sebesar 0,51 persen. Sedangkan, secara tahunan masih terjaga pada level 3,2 persen.

Angkat ini lebih tinggi dari inflasi provinsi 2,15 persen, dimana menurut Bank Indonesia (BI) Kaltim 2,86 persen. Sasaran nasional targetnya 3 plus minus 1 persen.

“Saya kira inflasi masih terjaga pada sasaran rata-rata nasional,” ungkap, Agus Budi Prasetyo.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkot Balikpapan juga telah melaksanakan beberapa kebijakan pengendalian inflasi pada triwulan pertama.

Diantaranya, telah menerbitan surat keputusan Wali Kota Balikpapan pada tanggal 4 Februari 2022 tentang peta jalan pengendalian inflasi kota Balikpapan tahun 2022-2024.

Termasuk, menerbitkan Surat Edaran Wali Kota pada tanggal 31 Maret 2022 tentang belanja bijak dan cerdas serta pelaksanaan umat peduli inflasi.

Pemkot Balikpapan juga meningkatkan peran Perumda Manuntung Sukses dalam pengendalian inflasi.

Selain itu, Dinas Perdagangan (Disdag) Koya Balikpapan melaksanakan operasi pasar komoditi minyak goreng di enam kecamatan dan pemantauan stok barang di level distributor.

Kemudian, pelaksanaan pasar murah Ramadhan dan pasar tani oleh Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Balikpapan. Pemanfaatan stok pangan di level distributor dan harga di seluruh pasar di Balikpapan.

“Sejumlah faktor jadi tantangan baru bagi kita. Yakni, masih tingginya ketergantungan bahan pangan dari daerah lain dan anomali cuaca. Balikpapan juga masih defisit untuk 9 bahan pokok di tingkat Kaltim,” ucapnya.

Masih tingginya ketergantungan bahan pangan dari daerah lain menjadi perhatian tersendiri bagi Pemerintah Kota Balikpapan.

“Kemudian pergerakan ekonomi global, nasional, maupun Kaltim berpotensi pengaruhi tingkat daya beli masyarakat,” ujarnya.

Kenaikan harga BBM non subsidi juga dapat memicu naiknya harga barang dan jasa lainnya. Juga kenaikan harga minyak goreng dan kenaikan permintaan masyarakat di bulan Ramadhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: