Ditulis oleh:

Juniarsih dan M. Miftahul Huda**

 

“Isu Lingkungan global yang akan dihadapi manusia  terjadi bila kita tidak melakukan hal hal yang mengarah pada sikap mencintai lingkungan seperti tidak mengekpoloitasi alam secara serampangan, memberikan edukasi yang tepat tentang pengelolaan hutan sumber daya alam, dan menggunakan energi yang terbarukan serta pengelolaan sampah secara tepat”

 

APA yang kita rasakan dengan cuaca sekarang ini…? Tentu panas yang semakin hari semakin terasa. Berbeda dengan kondisi cuaca di tahun 2010 yang  rasanya tidak sepanas  tahun 2024. Segala upaya kita lakukan ketika berada di dalam ruangan agar kita tetap merasa nyaman, adem dan tidak gerah. Demikian juga ketika kita berada di luar ruangan. Terasa gerah dan panas menyengat kulit. Biasanya upaya yang kita lakukan menggunakan kipas angin, pakai Air conditioner ( AC ) dan tak jarang membawa kipas tanpa listrik yang biasa digunakan saat berada di luar jangkauan kipas angin atau  AC.

Isu isu lingkungan global yang dihadapi manusia saat ini salah satunya adalah cuaca panas. Kita sudah terbiasa dengan isu lingkungan dan mungkin itu sudah menjadi bagian  kehidupan sehari-hari – meski  itu bukan hal yang baik bagi kita. Namun apakah semua orang mengetahui sejak kapan isu lingkungan itu mulai  terjadi? Apa saja upaya manusia untuk mencegah isu lingkungan agar masalah ini tidak bertambah parah.

Isu lingkungan global merupakan permasalahan lingkungan dan dampak yang ditimbulkan menjadi masalah yang serius bagi dunia.  Isu lingkungan global mulai muncul dalam berberapa dekade belakangan ini. Rendahnya kesadaran manusia terhadap kerusakan lingkungan membuat isu lingkungan ini mencuat ke permukaan. Isu lingkungan global yang mencuat ke permukaan yang bersifat global serta yang paling penting dalam lingkungan adalah mengenai pemanasan global. Pemanasan global atau yang sering kita sebut global warming adalah adanya peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi.  Pemanasan global atau global warming  menjadi isu global mutakhir terkait lingkungan hidup dimana pencemaran dan pengerusakan terhadap lingkungan dianggap sebagai faktor penyebab hilangnya sifat kealamiahan bumi akibat pemanasan global. Dunia pun menyadari untuk melakukan upaya keras mengingat semakin terancamnya eksistensi kehidupan.

Diperkirakan, setiap tahun dilepaskan 18,35 miliar ton karbon dioksida. Ketika atmosfer semakin kaya akan gas-gas rumah kaca ini, maka ia semakin menjadi insulator yang menahan lebih banyak panas dari  matahari yang dipancarkan ke bumi. Inilah yang disebut dengan Efek Rumah Kaca.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0,74%.atau 0,18 derajat celsius( selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change ( menyimpulkan bahwa, sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke 20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktifitas manusia melalui efek rumah kaca.

1.Polusi Udara

 

Laporan Kualitas Udara Dunia 2022 didasarkan pada data PM2.5 dari 106 negara, yang telah diukur oleh stasiun pemantau berbasis darat. Dari sumber data yang termasuk dalam laporan ini, 66,6% stasiun dioperasikan oleh instansi pemerintah, sedangkan sisanya merupakan stasiun pemantauan yang dikelola oleh penduduk setempat, organisasi nirlaba, dan perusahaan.

Polusi udara adalah pencemaran pada udara dengan hadirnya berbagai bahan pencemar di luar ambang batas. Sebuah jurnal yang ditebitkan LAPAN menyebutkan, beberapa bahan pencemar tersebut memiliki unsur kimia CO, NO, SO, SPM (suspended particulate matter, O)  dan berbagai logam berat seperti timbal. Secara global, penyumbang pencemaran udara berasal dari sektor transportasi.

 

 

2.Perubahan Iklim dan Dampak Potensialnya

 

 

 

3.Ledakan Penduduk

Beberapa tahun belakangan, National Geographic telah mempelajari mengenai isu lingkungan, seperti perubahan iklim, energi, ketersediaan makanan, bahkan air bersih.
Keseluruhan isu lingkungan ini ternyata berhubungan dengan ledakan penduduk yang tampaknya kurang terkontrol

Data terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bekerja sama dengan University of Washington menemukan fakta bahwa tahun 2050, bumi akan dihuni sebanyak 9,6 miliar. Bahkan tahun 2100 saja bumi akan semakin sesak karena ditempati 11 miliar orang. Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Science. Penelitian lain dilakukan oleh Global Enviromental Change. Dalam penelitian tersebut, didapat bahwa pada abad ini saja bumi akan dihuni oleh 9,4 miliar orang. Perbedaannya, terjadi penurunan jumlah penduduk di tahun 2100 menjadi 9 miliar saja.

 

4.Sampah Plastik

 

 

Perubahan iklim memiliki dampak pada pergerakan mikroplastik di laut. Diawali dengan lautan dan gunung es di kutub, dimana fungsinya adalah untuk mengatur pertukaran panas dan pertukaran bahan kimia antara lautan dan kutub, serta memiliki peran penting dalam iklim di bumi. Saat ini, perubahan iklim sudah meluas, sehingga kutub pun mengalami perubahan temperatur. Perubahan temperatur menjadi panas inilah yang membuat es kutub mencair dan mengakibatkan turunnya konsentrasi garam di laut. Hal ini menyebabkan mikroplastik cepat tenggelam dan tertimbun di dasar air laut. Namun, karena pemanasan global mengakibatkan suhu meningkat, maka penguapan air laut menjadi cepat. Penguapan ini disertai dengan pergerakan arus laut yang cepat karna pemanasan global, berakibat mikroplastik naik ke permukaan laut. Mikroplastik yang ada di permukaan laut inilah yang masuk ke dalam rantai makanan, dan bisa masuk ke dalam tubuh mausia.

 

5.Penipisan Sumber Daya Alam

 

Penipisan sumber daya alam terjadi ketika sumber daya dikonsumsi lebih cepat daripada penggantiannya. Sumber daya alam adalah sumber daya yang ada tanpa tindakan manusia dan dapat menjadi terbarukan atau tidak terbarukan . Dan ketika sampai pada diskusi tentang penipisan sumber daya alam, itu adalah terminologi yang digunakan untuk merujuk pada penggunaan air, pertanian, konsumsi bahan bakar fosil, penangkapan ikan, dan lain-lain.

Penipisan sumber daya alam terjadi ketika sumber daya dikonsumsi lebih cepat daripada penggantiannya. Sumber daya alam adalah sumber daya yang ada tanpa tindakan manusia dan dapat menjadi terbarukan atau tidak terbarukan . Dan ketika sampai pada diskusi tentang penipisan sumber daya alam, itu adalah terminologi yang digunakan untuk merujuk pada penggunaan air, pertanian, konsumsi bahan bakar fosil, penangkapan ikan, dan pertambangan. Dan yang terpenting, penipisan sumber daya alam didefinisikan dengan premis bahwa nilai suatu sumber daya diukur dari segi ketersediaannya di alam.

Beberapa hal diatas adalah isu isu Lingkungan global yang akan dihadapi manusia  apabila dari sekarang kita tidak melakukan hal hal yang mengarah pada mencintai lingkungan dengan tidak mengekpoloitasi alam secara serampangan, memberikan edukasi yang tepat tentang pengelolaan hutan sumber daya alam dan menggunakan energi yang terbarukan serta pengelolaan sampah secara tepat.

 

**Penulis adalah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur ( UMKT ), S1 Prodi Kesehatan Lingkungan.

 

Share.
Leave A Reply