Karya Warga Binaan Hadir di Pos Jaga, Kursi Kayu Mahoni Perkuat Fasilitas Lapas Banjarmasin
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Ketekunan warga binaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin kembali berbuah nyata. Empat unit kursi kayu berbahan mahoni hasil produksi bengkel kerja mebel warga binaan kini resmi digunakan untuk melengkapi fasilitas Pos Jaga lapas, Selasa (13/1/2026).
Kursi kayu tersebut bukan sekadar perabot. Dengan desain sederhana namun kokoh, kursi mahoni ini dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi petugas yang berjaga dalam durasi panjang. Kualitas pengerjaan yang rapi dan kuat menunjukkan standar kerja yang terus ditanamkan dalam program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Banjarmasin.
Produksi kursi merupakan bagian dari pembinaan keterampilan kerja yang berkelanjutan. Melalui bengkel mebel, warga binaan dibekali kemampuan pertukangan sekaligus nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan etos kerja profesional—bekal penting ketika mereka kembali ke masyarakat.
Penyerahan kursi dilakukan oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Bagus Paras Etika, kepada Staf KPLP, Purnanto. Hasil karya warga binaan tersebut kini menjadi bagian dari sarana pendukung pengamanan lapas, menandai sinergi antara pembinaan dan kebutuhan operasional.
Kasi Giatja Bagus Paras Etika menegaskan bahwa setiap produk yang dihasilkan warga binaan diarahkan agar memiliki fungsi nyata dan manfaat langsung.
“Pembinaan tidak hanya soal belajar keterampilan, tetapi juga tentang menghasilkan karya yang berkualitas dan bisa digunakan. Kursi ini dikerjakan dengan penuh tanggung jawab, sehingga layak dimanfaatkan untuk menunjang Pos Jaga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menilai kegiatan tersebut sebagai wujud keberhasilan pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan produktivitas.
“Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki keterampilan dan rasa percaya diri. Karya ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian berjalan dengan baik dan hasilnya dapat langsung dirasakan oleh lapas,” tegas Kalapas.
Bagi warga binaan, keterlibatan dalam produksi mebel menjadi ruang pembuktian diri. Salah satu warga binaan berinisial ZA mengungkapkan rasa bangganya ketika mengetahui hasil karyanya digunakan sebagai fasilitas pengamanan.
“Kami mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Saat tahu kursi ini dipakai di Pos Jaga, rasanya bangga karena karya kami benar-benar bermanfaat,” tuturnya.
Melalui pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus mendorong warga binaan untuk berkarya secara positif. Dari kayu mahoni yang diolah dengan kesabaran dan ketelitian, lahir bukan hanya kursi untuk Pos Jaga, tetapi juga keterampilan, kepercayaan diri, dan harapan baru bagi warga binaan menuju masa depan yang lebih baik.
BACA JUGA
