Pemkot
DKK Balikpapan terus menggencarkan kegiatan sosialisasi dan distribusi larvasida serta kelambu air menyusul meningkatnya kasus DBD di Balikpapan, Rabu (28/9/2022).

Kasus DBD Meningkat, DKK Gencar Distribusikan Larvasida dan Kelambu Air

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan terus menggencarkan kegiatan sosialisasi dan distribusi larvasida serta kelambu air. Upaya ini dilakukan untuk menekan angka penyebaran kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) di Kota Balikpapan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan per Agustus 2022 lalu, ada 610 kasus. Sedangkan, update kasus DBD terbaru per 27 September 2022 telah mencapai 1033 kasus.

Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, peningkatan kasus secara signifikan terjadi hanya dalam jangka waktu satu bulan.

“Ini, sudah ada 3 orang meninggal, tak hanya terpusat di satu wilayah. Ada yang dari Kelurahan Sepinggan Raya, Kelurahan Batu Ampar dan Kelurahan Damai,” ujarnya, Rabu (28/9/2022).

Dio sapaan akrabnya menambahkan, saat ini seluruh Puskesmas, Rumah Sakit dan bahkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Balikpapan, sudah disiagakan untuk dapat menangani dan melayani indikasi kasus DBD di Kota Balikpapan.

Pemkot Balikpapan sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran agar masyarakat terus menggencarkan kerja bakti massal dan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin tiap minggunya.

“Selain itu, kita juga sudah punya Perwali dalam penanganan DBD ini,” ungkapnya.

Ditambahkannya, saat ini Kota Balikpapan sudah ditingkatkan statusnya menjadi siaga dan semua fasilitas kesehatan juga telah disiapkan untuk mendeteksi dini dan menangani gejala lanjutan dari DBD tersebut.

“Penyiapan sarana dan prasarana kesehatan jika ada yang bergejala, semua puskesmas statusnya bersiaga untuk mendeteksi dini penyebaran penyakit DBD ini,” tegasnya.

Dikatakannya, saat ini sejumlah Puskesmas di Kota Balikpapan telah memiliki alat untuk mendeteksi dan mendiagnosa DBD, berupa reagen kit (NS1).

“Saat ini, reagen kit (NS1) untuk mendiagnosa DBD, sudah tersedia di laboratorium Puskesmas, dan sudah bisa dilakukan pemeriksaannya,” ungkapnya.

Sementara itu, jika ada indikasi keadaan yang semakin buruk, Rumah Sakit juga sudah disiagakan sebagai fasilitas kesehatan lanjutan bagi pasien rujukan untuk bisa merawat pasien DBD.

“Kemudian, PMI juga kita siagakan untuk menyediakan kebutuhan trombosit bagi pasien DBD,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *