Kasus ISPA di Balikpapan Capai 4.125, Dinkes Pantau Dampak Kabut Asap

Pemkot Balikpapan
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Elisabeth Rassi.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Dinas Kesehatan Kota Balikpapan terus memantau perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah kondisi kabut asap yang mulai dirasakan masyarakat dalam dua pekan terakhir.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Elisabeth Rassi mengatakan, berdasarkan data terbaru sekitar tiga hari terakhir, jumlah kasus ISPA di Balikpapan mencapai sekitar 4.125 kasus.

Meski masuk dalam daftar penyakit yang banyak ditemukan di Kota Balikpapan, peningkatan kasus ISPA tersebut dinilai belum signifikan.

“Kasus ISPA yang berada pada posisi peningkatan belum terlalu signifikan. Dalam rutinitas 10 penyakit terbanyak yang ada di Kota Balikpapan memang ditempati oleh ISPA,” kata Elisabeth, Selasa (22/9/2026).

Menurut dia, Dinkes Balikpapan secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kondisi kesehatan masyarakat melalui 27 puskesmas dan 16 rumah sakit yang ada di Kota Balikpapan.

Pemantauan juga dilakukan untuk melihat kemungkinan dampak kabut asap terhadap peningkatan kasus penyakit di fasilitas kesehatan.

Elisabeth mengatakan, peningkatan kasus ISPA mulai terlihat dalam sekitar dua pekan terakhir. Kondisi tersebut berlangsung ketika kabut asap mulai dirasakan lebih kuat di sejumlah wilayah Balikpapan.

“Di Kota Balikpapan baru ada peningkatan sekitar dua minggu terakhir ini. Karena sudah mulai berdampak dan kita bisa merasakan sendiri bagaimana setiap pagi kalau kita berangkat bertugas atau ke sekolah, kita sudah mulai merasakan dampak dari kabut asap tersebut,” ujarnya.

Selain memantau kasus penyakit, Dinkes juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan untuk memantau kondisi kualitas udara.

Pemantauan kualitas udara dilakukan secara berkala, termasuk melalui perangkat yang tersedia dalam sanitarian kit di puskesmas.

Menurut Elisabeth, hasil pemantauan terakhir menunjukkan kualitas udara berada pada level sedang. Namun, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian karena paparan asap dapat mengganggu kesehatan masyarakat apabila berlangsung terus-menerus.

Dinkes Balikpapan pun mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Penggunaan masker juga dianjurkan ketika kondisi asap sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Kami di Dinas Kesehatan Kota Balikpapan selalu melakukan edukasi kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa meningkatkan imunitas tubuh dengan menjaga kesehatan yang baik, selalu menerapkan PHBS, dan menggunakan masker jika kadar atau level daripada dampak asap itu sudah mengganggu aktivitas,” kata Elisabeth.

Diare Akut Ikut Dipantau

Selain ISPA, Dinkes Balikpapan juga memantau perkembangan kasus diare akut yang disebut mengalami peningkatan dalam dua pekan terakhir.

Elisabeth menyebut peningkatan kasus diare masih relatif kecil, yakni sekitar 2,5 persen dibandingkan periode sebelumnya.

“Baru dua minggu ini juga. Peningkatannya sekitar kurang lebih 2,5 persen. Artinya belum terlalu signifikan tinggi,” ujarnya.

Ia mengatakan kondisi cuaca kemarau juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan.

Dinkes mengingatkan masyarakat tetap memastikan air yang digunakan dalam kondisi bersih. Masyarakat juga diminta memperhatikan kebersihan makanan dan minuman, terutama yang dikonsumsi anak-anak.

“Kita berharap masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat di Kota Balikpapan dapat tetap menggunakan air dengan kondisi yang bersih. Jangan sampai dengan kondisi cuaca kemarau ini kita akhirnya PHBS-nya menurun,” kata Elisabeth.

Ia juga mengingatkan masyarakat membiasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan serta memastikan jajanan dan makanan yang dikonsumsi anak-anak terjaga kebersihannya.

“Kebiasaan-kebiasaan PHBS itu sebenarnya memang sangat dibutuhkan setiap hari untuk mencegah terjadinya penyakit diare, ISPA juga termasuk, dan beberapa penyakit lainnya seperti penyakit kulit,” tuturnya.

Dinkes memastikan pemantauan akan terus dilakukan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas, rumah sakit, dan klinik kesehatan.

“Seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Kota Balikpapan siap untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Persiapannya sudah terpadu, kita sudah melakukan koordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan,” ujar Elisabeth. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar