panen lele
Ibu-ibu kelompok petratonik binaan PT Kilang Pertamina Indonesia (KPI) Balikpapan penanen lele. Jumat, (22/07/2022).

Kelompok Petratonik Panen Hasil Budidaya Lele

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu program yang terus dilaksanakan oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan. Salah satu program yang dilaksanakan itu bernama Petratonik. Program ini dilaksanakan melalui budidaya ayam, ikan dan pertanian dengan memanfaatkan lalat Black Soldier Fly (BSF). Salah satu kegiatan yang mulai menunjukkan hasil adalah pengembangan budidaya ikan lele. Hal ini ditandai dengan pemanenan lele yang dilaksanakan kelompok. Jumat, (22/07/2022).

“Hari ini kami melakukan pemanenan lele dengan cara memilah dan mensortir sesuai dengan permintaan konsumen. Pada periode ini kami telah memanen sebanyak 375,5 kg,” ujar heni anggota kelompok Petratonik.

Sejumlah Ibu-Ibu yang tergabung dalam kelompok Petratonik ini awalnya adalah para ibu tangga. Selanjutnya, mereka mengisi waktu luangnya dengan bergabung dengan kelompok Petratonik. Sejumlah kegiatan dilakukan mulai dengan memilah dan mencacah sampah organik, membiakkan BSF, mensortir maggot, memberi makan ayam serta memberi makan lele.

“Lele ini kami jual kepada pengepul seharga 20 per kg. Biasanya mereka ngambilnya sekalian, jadi tidak dipilih-pilih lagi. Ada juga yang mengambil sedikit-sedikit. Bahkan ada juga yang minta sekalian dibersihkan. Pembeli akan dikenakan biaya membersihkan sehingga per kg bisa dijual seharga Rp.28 ribu,” kata heni

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR KPI Unit Balikpapan Ely Chandra Peranginangin menyampaikan bahwa program yang dijalankan tersebut memerlukan ketekunan dan kesabaran.

“Program pemberdayaan masyarakat memang memerlukan tahapan-tahapan untuk menjadi mandiri. Kelompok Petratonik ini pun mengalami proses pasang surut,” kata Chandra.

Untuk itu, dia mengharapkan keberhasilan-keberhasilan yang diperoleh menjadi pendorong semangat bagi kelompok. “Untuk menuju kemandirian tentu ada tahapan-tahapannya. Semoga apa yang dilakukan hari ini menjadi salah satu tahapan menuju kemandirian,” harapnya.

Sebagai informasi, BSF merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi sampah organik yang ada di masyarakat. BSF mampu menjadi biokonversi sampah organik menjadi pupuk. Sebelum sampai pada fase lalat, BSF pada fase maggot dapat dipergunakan langsung sebagai pakai ayam maupun pakan lele.

“Proses menuju kemandirian tentunya memerlukan waktu. Program terintegrasi ini pada akhirnya nanti kami harapkan dapat meningkatkan pendapatan kelompok. Dan semoga prosesnya dapat berjalan dengan baik.” tutup Chandra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *