Kemarau Hampir Dua Bulan, Pertamina Salurkan 4.000 Liter Air dan Bantuan ke Warga PPU

Pertamina
PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balikpapan menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Selasa (15/9/2026).

Penajam Paser Utara, Gerbangkaltim.com — Kemarau panjang yang membuat sumur warga mengering hingga hampir dua bulan mendorong PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balikpapan menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.

Bantuan disalurkan bersama Baitul Munzalan Indonesia (BMI) Balikpapan kepada warga Desa Gunung Intan dan Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu, Selasa (15/9/2026).

Bantuan tersebut terdiri atas 4.000 liter air minum, 2.050 masker bedah karet, empat masker filter, tiga tandon air berkapasitas masing-masing 1.200 liter beserta perlengkapan pendukung, serta obat-obatan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan Dodi Yapsenang mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kami turut prihatin atas dampak El Nino yang sangat dirasakan masyarakat PPU, mulai dari krisis air bersih hingga meningkatnya kabut asap karena kebakaran hutan dan lahan,” kata Dodi.

Menurut dia, kondisi darurat tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

“Melalui bantuan ini, Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan hadir untuk meringankan beban masyarakat. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus hadir mendampingi masyarakat, terutama di saat kondisi darurat seperti ini,” ujarnya.

Penyaluran bantuan melibatkan relawan BMI Balikpapan untuk memastikan bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.

Perwakilan BMI Balikpapan, Adhittia, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk gotong royong untuk membantu warga yang terdampak bencana.

“Alhamdulillah, bersama Pertamina Refinery Unit Balikpapan kami bisa langsung turun ke desa-desa untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan. Kolaborasi ini adalah gotong royong kita bersama untuk membantu saudara kita yang terdampak bencana El Nino,” kata Adhittia.

Dampak kekeringan paling dirasakan warga Desa Gunung Intan. Kepala Desa Gunung Intan, Mukhtar, mengatakan sumur warga telah mengering selama hampir dua bulan.

“Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan tandon air dan air minum. Sudah hampir dua bulan sumur warga kering. Terima kasih Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balikpapan dan Baitul Munzalan Indonesia yang sudah peduli dengan kondisi kami,” ujar Mukhtar.

Selain untuk memenuhi kebutuhan air bersih, bantuan masker dan obat-obatan juga ditujukan untuk membantu warga menghadapi dampak kabut asap akibat karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah.

Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan menyebut penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan sekaligus upaya memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.

Kolaborasi dengan pemerintah desa, kelompok masyarakat, dan relawan diharapkan dapat mempercepat penanganan dampak bencana sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.

Tinggalkan Komentar