penajam
Ketua Umum Komdasliber Dr. H. Abdul Rais, SH, MH

KOMDASLIBER dan AMPP Akan Laporkan Akun Bodong Penyebar Fitnah Terhadap S-Y

image_pdfimage_print

Penajam, Gerbangkaltim.com – Komando Suku Asli Kalimantan Bersatu (KOMDASLIBER) dan Aliansi Masyarakat Peduli Penajam (AMPP) berencana akan melaporkan sejumlah akun-akun bodong yang menyebarkan informasi seolah-olah seorang pejabat di Kabupaten PPU berinisial S-Y melakukan pelanggaran hukum namun lepas dari jeratan hukum.

Ketua Umum Komdasliber Dr. H. Abdul Rais, SH, MH didampingi Ketua AMPP Usman Saleh yang merupakan kuasa S-Y sangat menyayangkan dan mengutuk keras pemberitaan tersebut.

Abdul Rais mengatakan, berita-berita yang tak berdasar tersebut, telah didesain sedemikian rupa menyusul adanya manuver yang tidak bertanggung dari akun FB anonim/fake “Siva Jepang” yang menshare ke ruang publik bahwa dirinya tidak menerima jika saudarinya yang berinisial FA ditersangkakan dalam kasus pelanggaran UU ITE.

“Pasca kehadiran akun fake Siva Jepang kini giliran media-media online ramai-ramai ikut memberitakan permasalahan yang kini telah bergulir ke ranah hukum dan telah ditangani oleh pihak Bareskrim Polri, namun disayangkan penyebaran berita yang dilakukan oleh media-media online tersebut tanpa ada klarifikasi (Cover Both Side) kepada pihak S-Y maupun kuasanya agar terpenuhi pemberitaan yang berimbang sebagai syarat dari produk jurnalistik yang bertanggung jawab,” ujarnya, Sabtu (22/1/2023).

Abdul Rais menambahkan, kasus yang sudah ditangani Bareskrim sejak beberapa bulan yang lalu tersebut. Saat ini seolah ingin diviralkan kembali dengan cara mencari keadilan di ruang media sosial bukannya di institusi kepolisian.

“Seharusnya kita sama-sama percayakan dan serahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada institusi kepolisian sebagai lembaga penegak hukum di negeri ini,” ucapnya.

Dikatakannya, berita yang menarasikan seolah-olah S-Y akan ditersangkakan juga sungguh sangat mendiskreditkan, bertendensi fitnah dan hanya penggiringan opini belaka. Permasalahan hukum yang sebenarnya terjadi karena adanya penyebaran, pendistribusian transmisi elektronik konten pornografi yang jelas-jelas dibuat dan didesain sedemikian rupa dengan perencanaan secara matang oleh pihak-pihak yang kini telah menjadi tersangka dan ditahan di Bareskrim Polri.

Abdul Rais menjelaskan, ada dugaan ada aktor intelektual di balik gand design dibuat dan diedarkannya pemberitaan negatif dan mengarah kepada fitnah di platform medsos maupun media online, dengan tujuan pembunuhan karakter dan merusak nama baik  S-Y.

“Terlihat adanya upaya pemutarbalikan fakta dengan berita-berita fitnah, antara lain seperti “Video Syur Dengan Anak di Bawah Umur”, “Video Syur Dengan Mahasiswi”, ataupun pemberitaan yang menarasikan seolah S-Y yang berinisiatif mengajak FA untuk melakukan hubungan intim,” paparnya.

Kesemua berita tersebut berita bohong, tidak benar dan hanya isapan jempol belaka, karena FA sendiri diketahui telah berumur 25 tahun, dan ketika ditangkap oleh Penyidik Bareskrim yang bersangkutan sedang berada di salah satu klub malam di Samarinda Kaltim.

Karenanya atas segala pemberitaan dan tuduhan terhadap S-Y yang bersifat fitnah dan mencemarkan nama baik tersebut. Abdul Rais sebagai kuasa S-Y dari Komando Suku Asli Kalimantan Bersatu (Komdasliber) dan Aliansi Mayarakat Peduli Penajam (AMPP) akan menempuh jalur hukum dengan menuntut dan melaporkannya ke aparat kepolisian.

“Saat ini kami sebagai kuasa sudah bekerja melacak dan mengejar akun-akun bodong yang membuat pemberitaan fitnah, pemutarbalikan fakta, pemberitaan negatif dan mencoreng nama baik klien kami, tunggu saja pada waktunya akan kami bongkar semua dan melaporkan balik pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut,” tegasnya.

Abdul Rais mengatakan, S-Y menyampaikan bahwa manuver yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut telah mendegradasi nama baik, karakter serta keluarga besarnya.

“S-Y yang harus menanggung beban moral dan psikis tak terperi akibat ekspose secara sporadis dari beberapa media online yang mengekspos pemberitaan sesat dan menyesatkan tanpa klarifikasi langsung kepada yang bersangkutan dan kuasanya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *