Konsumsi Listrik di Kaltimra Tumbuh 4,57 Persen, Beban Puncak Lebaran Diperkirakan Turun

Balikpapan,Gerbangkaltim.com – Konsumsi listrik di Kaltim maupun Kaltara mengalami pertumbuhan yang signifikan menyusul semakin melandainya kasus Covid-19 dan mulai bergeraknya perekonomian, dimana a pada periode triwulan 2022 pertumbuhannya meningkat 4,57 persen.

“Dibanding 2021 triwulan pertama tumbuh hanya tumbuh 2 persen. Sinyal yang bagus,” ungkap General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kaltim – Kaltara (Kaltimra) Saleh Siswanto, disela-sela buka puasa PLN bersama stakeholder dan media, Rabu lalu (27/04/2022).

Menurutnya, menggelaitnya ekonomi dengan kelonggaran yang diberikan Pemerintah mempengaruhi konsumsi listrik. Berbeda ditahun sebelumnya, pertumbuhan listrik cenderung negatif.

“Alhmdulilah sekarang sudah mulai menggeliat, selama pandemi Pemerintah juga memberikan kelonggaran. Ekonomi menggeliat, konsumsi listrik makin meningkat,” ujarnya.

Hanya saja pada ramadan hingga lebaran nanti, diperkirakan konsumsi listrik di Kaltimra justru turun. Hal itu karena kebijakan Pemerintah yang memperbolehkan mudik dan cuti bersama.

“Untuk Idulfitri 2022 ini pada saat mudik ini dan  masa cuti bersama konsumsi listrik menurun,” ujarnya.

Bahkan pada hari pertama Idulfitri diprediksi beban puncak listrik turun sekitar 401 megawatt. Dibanding lebaran pertama tahun kemarin beban puncak mencapai 430-an megawatt.

“Karena tahun lalu gak ada cuci bersama, gak ada mudik. Tahun ini konsumsi listrik turun, mungkin banyak pulang ke Jawa, Sulawesi dan Banjarmasin,” ujarnya.

Dia menuturkan, berdasarkan kurva harian terlihat pada hari ke-16 ramadan turun. Termasuk pada ramadan ke-24. “Memang fluktuatif. Nanti pada 1 syawal bebannya pada turun lagi, ini masih prediksi,” ujarnya.

Kata dia, setelah masa cuti bersama berakhir atau selama sepekan setelah lebaran, konsumsi listrik akan kembali stabil. Karena warga pulang dari mudik dan penggunaan listrik kembali.

“Tapi yang penting ketersedian daya listrik kami cukup. Ketika arus balik dan konsumsi listrik meningkat,” ujarnya.

Dia menambahkan, total daya listrik untuk Sistem Mahakam mencapai 985 mengawat dengan beban puncak 529 megawatt. Sementara cadangannya mencapai 456 megawatt

“Cadangannya memiliki daya 456 megawatt sangat besar, cadangan masih hampir 50 perrsen,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: