Korban Terakhir Kecelakaan Perahu Ketinting di Sungai Belayan Ditemukan, Operasi SAR Resmi Berakhir

Operasi SAR Sungai Belayan
Tim SAR Gabungan melakukan proses evakuasi korban kecelakaan perahu ketinting di Sungai Belayan, Kutai Kartanegara, sebelum operasi pencarian resmi dinyatakan ditutup.

Gerbangkaltim.com, Kutai Kartanegara — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan perahu ketinting yang terlibat tabrakan dengan kapal Landing Craft Tank (LCT) di Sungai Belayan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, resmi dihentikan. Penutupan operasi dilakukan pada hari keempat pencarian, Jumat (16/01), setelah seluruh korban berhasil ditemukan.

Tim SAR Gabungan memastikan korban terakhir bernama Arani (58) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban ditemukan di aliran Sungai Belayan dengan jarak kurang lebih 27 kilometer dari titik awal kejadian. Setelah proses evakuasi dilakukan, korban langsung dibawa dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka yang berlokasi di Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan dilanjutkan dengan status siaga. Selama pelaksanaan pencarian, tim SAR menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Kondisi arus Sungai Belayan yang cukup deras menjadi kendala utama, ditambah dengan keterbatasan jarak pandang di beberapa titik sungai. Selain itu, keberadaan binatang buas seperti buaya di sekitar area pencarian turut meningkatkan risiko bagi para personel yang terlibat dalam operasi.

Meski demikian, berkat koordinasi yang solid dan kerja sama lintas instansi, proses pencarian dapat berjalan secara optimal. Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas sebagai koordinator, TNI dan Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah setempat, Emergency Response Team (ERT) Bayan, Pramuka Peduli, potensi SAR, relawan gabungan, serta dukungan aktif dari masyarakat sekitar.

Keterlibatan warga setempat dinilai sangat membantu, terutama dalam memberikan informasi kondisi sungai dan area yang dicurigai sebagai lokasi korban. Sinergi antara unsur pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan operasi ini.

Pihak SAR mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sungai untuk selalu mengutamakan keselamatan, menggunakan alat pelindung diri, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap lalu lintas sungai guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Sumber: Basarnas Kutai Kartanegara

Tinggalkan Komentar