Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Komisi II DPRD Kota Balikpapan menyarankan agar lantai tiga bangunan Pasar Pandansari, Balikpapan difungsikan sebagai lahan pakir kendaraan dari pada digunakan sebagai lahan pasar basah. Pasalnya, limbah pasar basah akan sulit dihindari dan akan berceceran di kawasan pasar nantinya.

Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Pantun Gultom mengatakan, pihaknya bisa membayangkan jika pasar basah ditempatkan di lantai 2 atau 3 Pasar Pandansari tersebut, maka limbahnya akan berceceran.

“Kalau pasar basah dibuat di lantai dua dari lantai satu mobil masuk namanya bawa ikan ‘kan tidak mungkin limbahnya nggak berceceran,” ujarnya, Selasa (9/7/2024).

Pantun Gultom menambahkan, keberadaan limbah ini nantinya sudah barang tentu akan membuat aroma tidak sedap, dan belum lagi jika drainasenya tidak berfungi, maka air limbahnya akan meluap kemana-mana.

“Ini otomatis lantai dasar akan menjadi imbas daripada itu, tapi kalau di lantai dasar disamping dekat pembuangan di selokan. Susah juga kita melakukan preventif agar jangan sampai terjadi limpahan dari limbah pasar basah,” jelasnya.

Sedangkan untuk dilakukan penataan dan penertiban, Pantu Gultom mengakui, hal ini tidak bisa dihindari, dimana Pemkot Balikpapan harus tegas dalam menegakan Perda Kota Balikpapan.

“Kita tidak bisa menghindari adanya penolakan, tapi bukan berarti kita juga kalah dengan penolakan,” tegasnya.

Dijelaskaannya, di negara manapun jika ingin melakukan penertiban, maka akan sangat butuh sebuah ketegasan.

“Begitu pun halnya dengan kita di Kota Balikpapan, dengan menertibkan Pandansari maupun pasar yang lain. Saya yakin Pasar Pandansari sekarang tidak akan mungkin menampung semua pedagang yang ada di luar, artinya yang bisa kita tata ialah yang punya lapak di dalam dan berada di luar silakan masuk. Yang tidak punya lapak di dalam, silakan hengkang,” tutupnya.

Share.
Leave A Reply