Lapas Banjarmasin Perkuat Layanan Kesehatan, Jajaki PKS dengan RS TK.III dr. R. Soeharsono
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Lapas Kelas IIA Banjarmasin menjajaki penguatan kerja sama layanan kesehatan dengan RS TK.III dr. R. Soeharsono Banjarmasin melalui pembahasan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Senin (23/2/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan bagi warga binaan berjalan lebih cepat, terstruktur, dan sesuai prosedur.
Pertemuan koordinasi berlangsung di kantor RS TK.III dr. R. Soeharsono Banjarmasin dan diterima langsung oleh Kepala Rumah Sakit, Letkol CKM (K) dr. Leidina Rachmadian, Sp.M., MARS., M.Tr.Mil., beserta jajaran.
Tim Lapas Banjarmasin dipimpin Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik) Gilang Wisnuwardhana, didampingi Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat) Muhammad Ansyari serta Dokter Klinik Pratama Lapas, dr. Yayuk.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas mekanisme rujukan pasien, alur penanganan medis lanjutan, hingga dukungan layanan spesialistik bagi warga binaan yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan, kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen pemenuhan hak dasar warga binaan, khususnya di bidang kesehatan.
“Kesehatan adalah hak dasar setiap warga binaan. Kami berkomitmen memastikan tidak ada pelayanan yang tertunda karena kendala administratif maupun koordinasi. Melalui PKS ini, kami ingin membangun sistem rujukan yang jelas, cepat, dan akuntabel,” ujarnya.
Menurut dia, sinergi dengan rumah sakit menjadi langkah strategis untuk menghadirkan layanan kesehatan yang profesional dan berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan.
“Dengan adanya kerja sama resmi, koordinasi akan lebih efektif sehingga respons terhadap kondisi medis darurat maupun kebutuhan layanan lanjutan bisa lebih maksimal,” katanya.
Sementara itu, Kepala RS TK.III dr. R. Soeharsono Banjarmasin, dr. Leidina Rachmadian menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan kesiapan rumah sakit dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi warga binaan sesuai standar medis yang berlaku.
“Kami siap mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan yang diperlukan, tentunya sesuai dengan prosedur dan standar yang ada. Harapannya, kolaborasi ini dapat berjalan baik dan memberikan manfaat nyata,” ujarnya.
Melalui koordinasi ini, kedua institusi berharap PKS dapat segera direalisasikan sehingga sistem pelayanan kesehatan bagi warga binaan semakin terintegrasi dan responsif.
BACA JUGA
