Lapas Banjarmasin Tebar 2.000 Bibit Lele Sangkuriang, Perkuat Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Lapas
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA di Banjarmasin kembali menggelar program pembinaan kemandirian dengan menebar 2.000 bibit ikan lele Sangkuriang di kolam bioflok SAE 2, Senin (30/3/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA di Banjarmasin kembali menggelar program pembinaan kemandirian dengan menebar 2.000 bibit ikan lele Sangkuriang di kolam bioflok SAE 2, Senin (30/3/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, serta diikuti jajaran pejabat struktural dan warga binaan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan lapas.

Akhmad Herriansyah mengatakan, budidaya ikan lele tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan internal, tetapi juga sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

“Melalui kegiatan budidaya ikan lele ini, kami ingin memberikan keterampilan yang aplikatif dan bernilai ekonomis. Harapannya, ini bisa menjadi modal usaha bagi warga binaan setelah bebas,” ujar Akhmad dalam keterangannya.

Ia menambahkan, pembinaan berbasis keterampilan produktif menjadi salah satu fokus utama lapas dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan.

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Bagus Paras Etika, menjelaskan bahwa sistem bioflok dipilih karena dinilai lebih efisien dan produktif dibanding metode konvensional.

“Dengan sistem bioflok, pengelolaan pakan lebih efisien dan kualitas air lebih terjaga. Selain itu, warga binaan juga mendapatkan pengetahuan teknis yang bisa langsung diterapkan,” katanya.

Salah seorang warga binaan mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyebut pengalaman budidaya lele dengan sistem bioflok merupakan hal baru yang bermanfaat.

“Kami jadi belajar cara beternak lele dengan sistem modern. Ini sangat berguna sebagai bekal nanti setelah bebas,” ujarnya.

Melalui program ini, Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus berupaya menghadirkan pembinaan kemandirian yang berkelanjutan. Upaya tersebut sejalan dengan tujuan pemberdayaan warga binaan agar memiliki keterampilan dan kesiapan dalam kembali ke tengah masyarakat.

Tinggalkan Komentar