Lewat GSMS 2026, Disdikbud Paser Ajak Siswa Cintai Seni dan Budaya Lokal
PASER, Gerbangkaltim.com – Upaya mengenalkan seni dan budaya daerah kepada generasi muda terus dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser. Salah satunya melalui Pagelaran Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2026 yang digelar di Gedung Awa Mang Kuruku, Kamis (22/10/2026).
Program GSMS menjadi wadah bagi siswa untuk mengenal seni secara lebih dekat melalui keterlibatan langsung para seniman dalam proses pembelajaran. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang seni, tetapi juga didorong untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan kepercayaan diri.
Kepala Disdikbud Kabupaten Paser, M. Yunus Syam, mengatakan program GSMS memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar langsung dari para seniman, terutama dalam bidang seni musik dan seni tari.
“Melalui program ini, para siswa memperoleh kesempatan belajar langsung dari para seniman untuk mengembangkan bakat dan kreativitas, sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan seni dan budaya daerah, khususnya di bidang seni musik dan seni tari,” kata Yunus.
- Mengenalkan seni budaya melalui pembelajaran langsung
Keterlibatan seniman dalam kegiatan pendidikan diharapkan membuat proses belajar seni menjadi lebih menarik dan dekat dengan kehidupan siswa. Mereka dapat mengenal berbagai bentuk ekspresi seni sekaligus memahami nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Pembelajaran secara langsung juga membuka ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi diri. Dengan bimbingan seniman, siswa berkesempatan mengasah keterampilan, mencoba pengalaman baru, serta menumbuhkan keberanian untuk menampilkan karya di hadapan orang lain.
Selain mengembangkan kemampuan individu, kegiatan seni dapat menjadi sarana untuk menanamkan apresiasi terhadap keberagaman budaya. Hal ini penting agar generasi muda tidak hanya mengenal budaya daerah dari buku pelajaran, tetapi juga memahami dan menghargainya melalui pengalaman nyata.
- Generasi muda berperan menjaga warisan budaya
Yunus menegaskan bahwa pelestarian seni dan budaya daerah membutuhkan keterlibatan generasi muda. Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya menjadi pewaris tradisi, tetapi juga perlu mengambil peran dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Kecintaan terhadap budaya lokal perlu ditumbuhkan sejak dini melalui pendidikan dan kegiatan kreatif. Dengan begitu, seni tradisional dapat terus diperkenalkan kepada generasi berikutnya tanpa kehilangan nilai-nilai yang menjadi identitas masyarakat daerah.
Ia berharap program GSMS dapat terus mendorong kreativitas siswa sekaligus memperkuat kecintaan mereka terhadap seni dan budaya lokal.
Melalui kegiatan tersebut, Disdikbud Paser diharapkan dapat memperluas ruang bagi tumbuhnya bakat seni di lingkungan sekolah. Dukungan terhadap kreativitas siswa juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya daerah. (adv)
BACA JUGA
