Mahasiswa Balikpapan Tolak Jabatan Presiden Tiga Periode

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Ratusan mahasiswa dari 18 organisasi kemahasiswaan yang ada di Kota Balikpapan yang tergabung dalam aliansi kota minyak menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD dan Wali Kota Balikpapan. Meski sempat melakukan pembakaran ban bekas, namun aksi ini berjalan damai.

Aksi ini menyoroti adanya wacana jabatan presiden tiga periode, selain itu juga menyinggung isu lokal tentang kelangkaan bbm, banjir hingga kerusakan lingkungan.

Koordinator Aksi, Muhamad Taufik mengatakan, aksi ini didorong dari seruan isu nasional, tapi juga turut mengakomodir isu lokal di skala Kota Balikpapan.

“Untuk aksi ini kita angkat isu nasional, dan juga ada isu lokal yang ada di Kota Balikpapan. Terutama masalah banjir,” ujarnya, Senin (11/4/2022).

Untuk isu nasional, Taufik menjelaskan, pengunjuk rasa menentang wacana jabatan presiden selama tiga periode. Dimana sesuai dengan konstitusi ditegaskan bahwa masa jabatan maksimal bagi presiden ialah dua periode.

“Sementara dari Presiden Jokowi sendiri belum mengeluarkan pernyataan yang konkret bahwa menolak menjabat tiga periode,” paparnya.

Saat ini juga, lanjutnya, sempat terjadi kelangkaan bbm jenis solar, sehingga ini harus menjadi catatan bagi pemimpin pusat hingga daerah. Di samping itu, untuk isu lokal, menyangkut persoalan banjir yang dinilai tidak kunjung diselesaikan.

Pengunjuk rasa juga memandang perlu adanya evaluasi bagi pemangku kepentingan, terkait isu lingkungan menjadi catatan khusus di Balikpapan, seperti banjir.

“Setiap hujan selalu banjir, ini yang perlu diintrospeksi sebelum merencanakan program lain,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutedjo memastikan aksi demontrasi yang dilakukan massa di sejumlah daerah di Kaltim dipastikan berlangsung aman dan tertib.

“Alhamdulilah secara situasional , Kaltim dalam kondisi aman dan tertib. Alhamdulilah gak ada (kericuhan)” ujarnya.

Dia mengatakan, aksi demonstrasi yang berlangsung di Kaltim terjadi di empat titik, yakni Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Sedangkan enam daerah lain tak ada aksi demonstrasi.

“Di lokasi Kaltim, khususnya tempat-tempat yang ada aksi unjuk rasa. Kita sudah upayakan pelayanan kepada ade-ade mahasiswa,”ungkapnya.

“Jadi adik-adik mahasiswa kita (buat) perlakukan seperti anak kita sendiri. Kita layani dengan baik aspirasinya, kita terima, kita jaga,” tegasnya.

Meski begitu, katanya, kepolisian tetap mewaspadai “penumpang gelap” dalam aksi yang mayoritas dilakukan mahasiswa.

“Sehingga kita harapkan jangan sampai ada penyusup-penyusup yang ingin menciderai, apa yang disampaikan adik-adik mahasiswa,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk memastikan keamanan selama aksi demonstrasi Polda Kaltim bersama seluruh Polres mengerahkan personil sekitar 2.000-an.

“Keseluruhan sampai angka 2.000-an dengan polres jajaran,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: