walikota
Jenazah almarhum mantan Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid tiba di Balikpapan, Rabu (3/8/2022).

Mantan Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid Berpulang ke Rahmatullah

image_pdfimage_print

Balikpapan, Gerbangkaltim.com -Meninggalnya, mantan Wali Kota Balikpapan 2 periode, Imdaad Hamid membuat warga Kota Balikpapan berduka. Pemerintah Kota Balikpapan dan sejumlah tokoh masyarakat di Kaltim menyampaikan ucapan belasungkawa melalui unggahan media sosial, maupun grup-grup pesan instan.

Kabar meninggalnya tokoh kelahiran Kutai Kartanegara itu menyita perhatian masyarakat disampaikan putra almarhum, Muhammad Dimiyatie Riza melalui pesan singkat yang menyampaikan kabar sekalipun doa dan permohonan maaf kepada ayahanda.

“Telah berpulang ayahanda tercinta kami pada pukul 00.30 WIB di Jakarta. Kami sekeluarga memohon ampun dan maaf jika ada kesalahan ayahanda kami semasa hidupnya,” ucapnya dalam pesan singkatnya yang diterima, Rabu (3/8/2022) sekitar pukul 01.00 wita.

Jenazah diterbangkan Rabu (3/8/2022) pagi dari Jakarta menuju kota Balikpapan untuk di salatkan di Masjid Agung Attaqwa Balikpapan dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Dharma Agung, Balikpapan. Selama beberapa tahun, Imdaad Hamid tinggal di Jakarta bersama anaknya.

Wali kota Balikpapan dua periode 2001 hingga 2011, dikenal sebagai bapak yang mencetuskan konsep Kota Balikpapan sebagai Kota Madinatul Iman.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, atas nama Pemkot Balikpapan dan warga Kota Balikpapan menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya H. Imdaad Hamid, SE bin Kadir Hamid Walikota balikpapan periode 2001-2011.

“Beliau orang tua kita, panutan kita, sudah banyak jasa dan kontribusinya untuk Kota Balikpapan,” ujarnya.

Ditambahkannya, warga Kota Balikpapan meminta agar menyampaikan doa untuk almarhum, semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, sebelum berpulang ke Rahmatullah, ia sempat bertemu dan berbincang dengan almarhum.

“Ya beberapa waktu lalu sempat bertemu, di rumah dan saat beliau di rawat juga sempat bertemu. Beliau almarhum sosok yang bersahaja, ditengah keterbatasannya, namun ide-idenya, gagasan dan pemikirannya masih luar biasa,” kenang Rahmad.

Ditambahkan Wali Kota, bahwa ia ingat bagaimana almarhum menyampaikan pesan agar Kota Balikpapan yang merupakan kota yang heterogen agar tetap menjaga ukhuwah silaturahmi serta persaudaraan antara sesama.

“Terutama konsep Kota Balikpapan sebagai Kota Madinatul Iman,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *