Pemkot
Peserta Pelatihan Pengelolaan Bisnis dan Manajemen Wirausaha dari Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Balikpapan Owner Dapur Sendy, Dhino Novian Abdi.

Melalui Pelatihan DKUMKMP, Pelaku Usaha Balikpapan Lakukan Inovasi Baru

image_pdfimage_print

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Balikpapan yang mendapatkan pelatihan Pengelolaan Bisnis dan Manajemen Wirausaha dari Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Balikpapan berencana akan melakukan inovasi terhadap usaha mereka. Salah satunya seperti yang akan dilakukan oleh salah satu peserta pelatihan Owner Dapur Sendy, Dhino Novian Abdi.

“Pasca Covid-19 ini, saya akan coba inovasi dengan menyiapkan bahan mentah bagi pemilik usaha rumah makan atau warung makan, jadi untuk brandnya terserah mereka mau menggunakan nama apa, ini trobosan saya nanti,” ujarnya, Owner Dapur Sendy, Dhino Novian Abdi, Senin (5/9/2022).

Dhino mengungkapkan, pelatihan ini sangat membantu para usaha UMKM dalam mengembangkan lebih tinggi level penjualan. Pelatihan ini juga mengajarkan dari produksi, marketing penjualan hingga cara mengelola keuangan dalam berbisnis.

“Pelatihan ini juga membentuk organisasi, bagaimana membentuk dan mengajarkan karyawan serta membuat visi dan misi yang jelas untuk perusahaan, ” ungkapnya.

Dijelaskannya, sebenarnya ia telah memiliki 3 cabang warung makan sejak tahun 2017 dan karyawan mencapai 30 orang. Namun dikarenakan pandemi Covid 19, maka usaha warung di tutup semua dan beralih ke usaha Frozen Ayam dan Bebek ungkep merupakan makanan cepat saji berbumbu.

“Saya sekarang beralih ke usaha Frozen Ayam dan Bebek ungkep merupakan makanan cepat saji berbumbu,” ucapnya.

Usaha Frozen dibuka sejak tahun 2020 sampai sekarang dan memiliki 24 reseller di Kaltim seperti Balikpapan 18 reseller, Batu Kajang 1 reseller, Penajam Paser Utara 1 reseller, Samarinda 3 reseller dan Bontang 1 reseller.

“Untuk produksi Dapur Sendy, Kami berada di Sentra industri kecil di Teritip Blok A12,” paparnya.

“Sedangkan moto perusahaan adalah memproduksi makanan tradisional berwawasan tradisional,” tambahnya.

Dhino mengatakan, awal mula usaha di rumah hanya memproduksi 5 ekor ayam dan bebek, namun kini mencapai 100 ekor per hari dengan harga 1 ekor ukuran jumbo bebek 100 ribu dan ukuran original 95 ribu.

Sedangkan untuk ayam kampung 100 ribu per ekor dan ayam negeri 75 ribu per ekor. Untuk bahan baku ayam dan bebek di ambil dari Surabaya dan Banjarmasin berupa mentah dan di olah di Dapur Sendy dengan menggunakan bumbu siap saji.

“Jadi warga yang membeli tinggal di goreng saja, lalu bisa langsung disantap,” tukasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi ,UMKM dan Perindustrian Kota Balikpapan, Rosdiana melalui Kepala Bidang Tekhnologi dan Sumber Daya Industri ,Tonny Hartono mengatakan, pelatihan pengelolaan bisnis dan management wirausaha ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan wirausaha IKM dalam mengelola bisnis atau usaha, baik yang terkait dengan management keuangan, SDM dan produksi.

Dalam pelatihan ini sebagai narasumber Finna Fourqoniah dari Universitas Mulawarman, Winda dari CFC cabang Samarinda, Rosdiana menjelaskan, metode pelaksanaan pelatihan selama 7 hari ini seperti diskusi kelompok , simulasi, praktek serta tanya jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *