Menhan RI Tinjau Brigif TP 85/BTC di Kutai Barat, Tegaskan Profesionalisme dan Dedikasi Prajurit TNI

Menhan RI
Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin memberikan arahan dan motivasi kepada prajurit Brigif TP 85/BTC saat kunjungan kerja di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Gerbangkaltim.com, Kutai Barat – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) 85/BTC di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Selasa (13/1/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memberikan arahan strategis, motivasi, serta penguatan semangat pengabdian bagi para prajurit TNI AD yang bertugas di wilayah teritorial pembangunan.

Dalam kunjungan tersebut, Menhan RI didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, serta sejumlah pejabat tinggi TNI lainnya. Turut hadir mendampingi, Kepala Staf Kodam VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan, S.Sos., M.I.P.

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kesiapan personel, kondisi sarana dan prasarana, serta pelaksanaan tugas operasional Brigif TP 85/BTC. Selain itu, agenda ini juga dimanfaatkan untuk memberikan pembekalan dan arahan guna memperkuat profesionalisme prajurit, khususnya satuan teritorial pembangunan yang memiliki peran strategis ganda dalam menjaga pertahanan sekaligus mendukung percepatan pembangunan di daerah.

Dalam pengarahan kepada prajurit, Menhan RI menekankan pentingnya menjaga profesionalisme, kesiapan operasional, serta soliditas internal satuan. Ia juga mengingatkan agar seluruh prajurit senantiasa membangun sinergi yang kuat dengan masyarakat dan seluruh komponen bangsa demi menjaga kepercayaan rakyat terhadap TNI.

Menhan menegaskan bahwa dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang, baik berupa ancaman militer maupun nonmiliter, menuntut setiap prajurit untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga kesiapan fisik dan mental, serta menguasai teknologi dan taktik sesuai perkembangan zaman. Profesionalisme prajurit, menurutnya, merupakan fondasi utama kekuatan pertahanan negara.

Selain itu, Menhan juga mengingatkan prajurit agar memegang teguh jati diri TNI, setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta senantiasa menjunjung tinggi hukum dan disiplin militer. Ia menekankan pentingnya menghindari segala bentuk pelanggaran karena dapat mencederai kehormatan pribadi, satuan, dan institusi TNI.

Sementara itu, Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan menyampaikan harapannya agar kunjungan Menhan RI dapat meningkatkan moril, motivasi, dan disiplin prajurit Brigif TP 85/BTC dalam pelaksanaan tugas ke depan. Ia menegaskan agar seluruh arahan yang disampaikan Menhan dijadikan pedoman dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, pengabdian prajurit TNI merupakan kebanggaan bagi bangsa dan negara, sehingga setiap tugas harus dilaksanakan dengan keikhlasan dan dedikasi tinggi demi kepentingan NKRI dan masyarakat.

Sumber: Pendam VI/Mulawarman

Tinggalkan Komentar